Description
"Perjodohan memang tidak pernah ada yang menginginkannya namun hyuna dan hyunseung sudah sangat dekat sejak kecil dan mereka hanya menganggap hubungan mereka sebatas kaka dan adik namun karena keinginan dari ayah hyunseung yang sakit-sakitan membuat hyuna dan hyunseung harus menerima perjodohan itu walau akhirnya mereka saling mencintai dan dikaruniai dua anak yang menggemaskan namun bayang-bayang mantan kekasih keduanya terus membuat hubungan mereka tidak berjalan semestinya namun itu tidak membuat hyuna dan hyunseung menyerah dan membuat mereka semakin bertahan"
"Shireo!!" Teriak hyuna kesal pada eommanya dan berlari menuju kamarnya
"Hyuna!! Kau harus melakukannya ! Dia sangat baik , tampan , juga sangat sopan! Kau bodoh jika tidak mau dengannya!" Teriak eomma hyuna yang ikut masuk ke dalam kamar anaknya
"Eomma!! Aku baru saja berusia 20 tahun !! Kenapa eomma ingin aku menikah secepat ini? Shireo!!Aku tidak mau!" Teriak hyuna kesal sambil masuk kedalam kamar mandinya dan menutup cepat kamar mandinya membuat eommanya kesal
"Hyuna!! Kau harus menikah dengan hyunseung!! Jika tidak appa akan sangat marah hyuna!! Buka pintunya ! Yak!" Teriak eomma dari luar kamar mandi
"Shireo!!" Teriak hyuna dia tidak melakukan apapun di dalam kamar mandinya dia hanya duduk di atas closet dan menggerutu tak jelas
1 jam kemudian hyunseung bersama eomma dan adik perempuannya datang kerumah hyuna
"Hyuna! Turunlahh nakk ada yang ingin bertemu denganmu" namun tidak ada jawaban dari hyuna membuat eommanya gemas bukan main
"Aishh jinjja anak ini! Ohh maafkan dia pasti sedang siap-siap, saya akan memanggilnya dulu" ucap eomma hyuna tersenyum lalu menaiki anak tangga menuju kamar hyuna
Tok tok!!
Namun ternyata pintu kamar hyuna tidak dikunci
"Yak hyuna!" Namun saat ibunya membuka pintu hyuna tidak ada dikamarnya dan eomma melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup dahinya berkerut bingung dan mulai khawatir apa hyuna masih didalam? Setelah satu jam apa dia masih didalam sana? Apa yang dilakukannya?
"Hyuna!! Kau didalam?" Teriak eomma sambil mencoba membuka pintunya namun terkunci dari dalam eomma mulai khawatir dan terus mencoba memanggil hyuna dan membuka pintunya
"Hyuna!!! Bukalah atau eomma akan menghukummu!! Hyuna!" Teriak eomma kesal bercampur khawatir
Dengan cepat eomma turun ke bawah dengan wajah yang panik dan khawatir membuat hyunseung eommanya dan adiknya bingung
"Eommonim? Waeyo?" Tanya hyunseung berjalan menuju ibunya hyuna adik dan eomma hyunseung ikut menghampiri ibu hyuna
"Hyuna , dia .. Dia sudah satu jam lebih diam di dalam kamar mandi dan dia menguncinya dari dalam Eommonim takut terjadi sesuatu padanya hyunseung" ucap eomma khawatir
Hyunseung memegang kedua bahu eomma hyuna
"Eommonim tenanglah.. Aku akan mencoba membuka pintunya bisakah antarkan aku ke kamarnya ?"ucap hyunseung dan mereka segera menuju kekamar hyuna
Saat hyunseung membuka kamar hyuna yang tidak dikunci dia sangat terkejut saat melihat hyuna naked karena habis selesai mandi
"Yaak !!!!!!!!!!" Hyuna berteriak histeris saat hyunseung tiba-tiba masuk kekamarnya dengan kedua tangan yang mencoba menutupi area intimnya
Dengan cepat hyunsung menutup pintunya dia sangat terkejut dengan teriakan hyuna yang sangat memekikan telinga ibu hyuna dan ibu hyunseung beserta sohyun adik perempuan hyunseung yang mengikuti dari belakang terkejut karena teriakan hyuna dan melihat wajah hyunseung yang memerah dan shock itu
"Oppa?? Ada apa???" Tanya sohyun
Hyunseung dengan pipinya yang masih merah merona itu hanya menggeleng dengan ekspresi yang bingung
"Sebenarnya ada apa?" Tanya eomma hyuna sembari membuka pintu dan melihat hyuna sudah memakai sebuah dress cantik berwarna coklat muda sangat cocok dengan kulitnya yang putih susu itu
Ibunya tersenyum melihat anaknya telah bersiap-siap dan secantik ini
"Hyuna... Omo yeppoo" ucap eommanya
"Eomma!! Dia harus menikahiku!!" Ucap hyuna kesal membuat eommanya bingung
"Hm? Nugu?"
"Tentu saja dia yang tadi masuk kekamarku!" Ucap hyuna sambil menyilangkan kedua tangannya di didadanya dan matanya seperti menunjuk ke arah pintu dimana ada hyunseung disana
Eomma melirik ke arah pintu lalu melihat ke arah hyuna lagi dan tersenyum lebar
"Kau? Jadi kau setuju untuk menikah dengannya hyuna?" Ucap eommanya senang
"Hm!" Ucap hyuna singkat dan memutar malas kedua matanya
Ibunya memeluk erat hyuna sangt erat
"Eomma!! Aku tidak bisa bernafas !! Aigoo..." Ucap hyuna mencoba melepaskan pelukan eommanya
"Hehe mian , eomma terlalu senang hyuna.. Tapi, kenapa kau tiba-tiba berubah fikiran ? Ada apa ?" Ucap eommanya bingung
Hyuna hanya diam karena akan sangat konyol jika ia mengatakan pada eommanya bahwa hyunseung harus menikahinya karena hyunseung sudah melihat seluruh tubuhnya tanpa sehelai benangpun tadi , dia harus bertanggung jawab! Batin hyuna
Akhirnya mereka pun turun
Setelah hampir 1 jam lamanya mereka asik mengobrol saling mengenalkan anak mereka satu sama lain hyuna dan hyunseung tidak biasanya hanya diam dan tidak saling menatap atau pun bicara hyuna asik dengan handphonenya padahal dulu sebelum mereka akan dijodohkan hyuna sangat manja pada hyunseung layaknya seorang adik pada kaka laki-lakinya, sohyun sangat setuju jika oppanya akan menikah dengan hyuna karena sohyun dan hyuna sangat dekat seperti adik dan kaka sohyun selalu merasa nyaman saat bersama hyuna seperti seakan-akan hyuna adalah kaka kandung perempuannya, selain itu hyuna juga yeoja yang sangat baik perhatian pintar dan penyayang, ahh oppa kau beruntung sekali. batin sohyun melirik hyuna yang dengan cueknya memainkan handphonenya tanpa memperdulikan yang lain
"Aku pulang" suara dari arah pintu terdengar itu adalah ayah hyuna
Hyuna dengan cepat melihat ke arah pintu dan berlari kecil memeluk ayahnya seperti anak kecil yang tidak bertemu bertahun-tahun dengan ayahnya hyuna selalu melakukan itu padahal mereka selalu bertemu setiap hari tapi hyuna memang sangt manja pada appanya
"Appa!!!" Ucap hyuna sambil memeluk appanya erat
"Aigo.." Ucap appanya sambil memeluk putri satu-satunya ini dan mengelus ujung kepala hyuna lembut
Hyuna tersnyum lebar
"Appaa tidak merindukanku?" Ucap hyuna manja membuat apanya tertawa
"Jangan bicara seperti itu putriku, aku selalu merindukanmu" jawabnya sambil mencium kepala putrinya lalu pandangannya beralih pada istrinya yang ternyata sudah ada hyunseung dan ibunya beserta adiknya
Ayah hyuna tersenyum malu saat mengetahui bahwa ternyata hyunseung dan keluarganya melihat kelakuannya dan hyuna karena bagaimanapun hyuna sudah dewasa seharusnya tidak memperlakukan hyuna seperti layaknya anak 6 tahun
"Oh annyeoghaseo" ucap ayah hyuna sambil membungkukan badannya dan melangkah menghampiri mereka dengan merangkul hyuna
Hyunseung dan keluarganya ikut membungkukan badan dan tersenyum ramah
"Annyeonghaseo"
"Maafkan atas apa yang kalian lihat tadi" ucap ayah hyuna tersipu malu
"Tentu saja tidak apa-apa tuan, kami senang melihat kedekatan kalian, hyuna anak yang manis" ucap ibu hyunseung tersenyum sambil mengelus pipi hyuna
"Tapi dia sedikit manja" ucap eommanya membuat bibir hyuna mengerucut dan menatap ke arah ayahnya lalu memeluknya dari samping
"Biarkan saja aku manja, appa kan ayahku" ucapnya sambil memasang wajah aegyonya membuat semuanya gemas melihatnya
Setelah mereka mengobrol beberapa menit hyunseung meminta kepada kedua orang tua hyuna untuk megizinkannya mengajak hyuna keluar bersamanya
-dimobil-
Hanya keheningan yang menyelimuti mereka
"Apa kau mau dijodohkan denganku?" Tanya hyunseung yang fokus pada setirnya dan memecahkan keheningan
"Tidak tau" ucap hyuna singkat tanpa melirik ke arah hyunseung dia hanya menatap ke arah luar dari kaca mobil
"Hmm" ucap hyunseung hanya ber hm ria
Hyuna melirik ke arah hyunseung dan melihat kebawah sampai ke ujung rambut hyunseung
"Wae?" Tanya hyunseung tanpa melirik ke arah hyuna dan fokus pada jalanan
"Ani" ucapannya kembali singkat dan dingin dan kembali melihat ke arah luar dari dalam kaca mobil
Mereka pun sampai di depan satu rumah yang terlihat sangat besar
"Mau apa kita kesini? Bukannya kita mau makan? aku lapar!"Tanya hyuna tak mengerti dan sedikit kesal karena perutnya sudah keroncongan
Hyunseung hanya tersenyum kecil lalu keluar dan membukakan pintu mobilnya untuk hyuna
"Mwo?" Ucap hyuna tak percaya hyunseung melakukan ini untuknya
"Wae? Kau tidak ingin keluar? Bukankah kau lapar?" Ucap hyunseung memberikan sebelah tangannya untuk membantu hyuna turun hyuna hanya melirik tangan hyunseung dan memutar malas kedua matanya lalu meraih tangan hyunseung
Saat didepan pintu ada seorang pelayan laki-laki yang membukakan pintu menyambut mereka dengan ramah membuat hyuna heran " kenapa harus seperti itu?" Batinnya
Dan saat akan masuk kedalam rumah hyuna menarik tangannya dari pegangan hyunseung namun tidak terlepas membuat hyunseung menghentikan langkahnya
"Waeyo?" Tanya hyunseung dengan ekspresi dinginnya
" mau apa kita kesini? Ini .. Ini rumah siapa?" Tanya hyuna tak mengerti karena hyuna sering kerumah hyunseung dan ini bukanlah rumah hyunseung
"Sudah jangan banyak bertanya, kau lapar kan?" Ucap hyunseung kembali berjalan dengan tangan yang masih memegang lembut sebelah tangan hyuna , hyuna tidak terlalu kagum dengan kemewahan rumah ini hanya kagum dengan pelayanannya yang seperti di restoran mewah dan interior yang terlihat sangat mahal dan elegant karena rumahnya juga sangat besar hyuna adalah anak seorang pemilik perusahaan besar yang sangat disegani dan ayah hyunseung adalah sahabat ayah hyuna sedari mereka kanak-kanak hingga akhirnya ayah hyunseung saat ini sakit-sakitan dan umurnya tak lama lagi diusia hyunseung yang saat ini berumur 26 tahun dan mewariskan seluruh hartanya pada hyunseung dan juga perusahaan-perusahaan yang telah dibangun ayahnya di ambil alih oleh hyunseung sedangkan sohyun saat ini masih berusia 18 tahun dan masih duduk dibangku sekolah , hyuna dan hyunseung sudah lama berteman seperti layaknya sodara kedekatan mereka seringkali membuat orang lain mengira mereka sepasang kekasih padahal mereka hanya menganggap satu sama lain hanya sebatas adik dan kaka hingga akhirnya kedua orang tua hyuna dan ibu hyunseung mengatakan keinginan ayahnya bahwa ia ingin hyunseung menikah dengan hyuna sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhir sungguh sulit bagi mereka untuk menyetujui itu mengingat kedekatan mereka sudah seperti adik dan kaka walaupun mereka belum memeliki kekasih tapi tetap ini terasa berat untuk mereka namun hyunseung menerimanya karena tak bisa dipungkiri ia mengagumi sosok hyuna bukan karena hanya dia cantik tapi dia juga pintar tulus dan penyayang
Mereka pun duduk di meja makan yang cukup besar hyuna duduk di hadapan hyunseung , hyuna menatap hyunseung bingung dan hyunseung hanya membalasnya dengan senyuman dinginnya
"Aishh dia ini, tersenyum saja wajahnya masih terlihat dingin seperti itu" ucap hyuna dalam hatinya
Akhirnya hidangan pun datang beberapa pelayan membawa beberapa makanan yang sangat membuat hyuna kelaparan
"Oppa? Kau sengaja menyiapkan ini?" Tanya hyuna tak percaya
Hyunseung hanya mengangguk dan tersenyum kecil
"Ck" hyuna berdecak "kenapa kau selalu bersikap dingin seperti itu?" Ucap hyuna sebal
"Sudahlah tidak usah banyak bicara, makanlah kau sudah sangat laparkan" ucap hyunseung sembari mengambil makanan yang sudah ada piringnya untuk disantapnya
"Aku tidak mengerti, aku tau aku dan oppa sudah sangat dekat tapi... Bagaimana bisa dia mengetahui semua makanan favoritku seperti ini? Aku saja tidak tau apa makanan favoritnya" ucap hyuna dalam batinnya lalu menyantap makanannya dengan lahap
Pukul 23.00 ksl
Hyuna tertidur di sofa ruang tv yang sangat besar itu hyunseung yang sudah berganti pakaian menyelimuti hyuna dengan selimut berwarna putih
Hyuna hanya menggeliat kecil dalam tidurnya hyunseung menatap hyuna dan tersenyum melihat hyuna tertidur seperti ini rasanya sangat damai dia sangat cantik dan manis wajahnya saat tidur seperti seorang bayi yang baru lahir tanpa dosa hyunseung pun memutuskan untuk tidur di sofa tunggal miliknya yang ada didepan sofa dimana hyuna tertidur
Pukul 06.00 ksl
Hyuna terbangun dari tidurnya dan menggeliat kecil ia merasa pagi ini sangat dingin dan kembali menarik selimutnya namun matanya sedikit terbuka melihat hyunseung yang tertidur hyuna dengan cepatnya langsung duduk dan menatap jam tangannya
"Mwo?!!!" Teriakannya membuat hyunseung bangun
"Wae? Kenapa berteriak seperti itu?" Ucap hyunseung dengan mata yang masih mengantuk
"Oppa! Aku sudah terlambattt!!" Ucap hyuna yang masih saja berteriak panik
Hyunseung kembali membuka matanya dan melirik hyuna "terlambat kemana?" Tanya hyunseung
"Aisshh tentu saja kekampusku!!" Hyuna mulai kesal
"Jinjja? Untuk apa kau kekampus di hari libur?" Ucap hyunseung dengan santainya dan kembali menutup matanya dengan kedua tangan yang disilangkan didadanya sambil merebahkan kepalanya di sofa
Hyuna bingung " hari libur?" Ucapnya pelan namun hyunseung mendengarnya
"Ne, ini hari minggu" ucapnya tanpa membuka matanya dan tanpa mengubah posisinya
"Mwo?! Ahh jinjja ini memang hari minggu , bagaimana aku bisa lupa!! Ahh pabo! Memalukan saja" batinnya
"Aku akan pulang" ucap hyuna bangun dari sofa besar itu
"Bagaimana kau bisa pulang bahkan kau tidak tau ini dimana dan kemana arah jalan pulang" ucap hyunseung dengan mata yang masih terpejam
Hyuna berbalik dan menatap hyunseung geram
"Kalau begitu antarkan aku!! Aku ingin pulang aku ingin mandi" ucap hyuna
Hyunseung membuka matanya dan berjalan kearah hyuna berdiri
"Kau fikir ini dimana? Ini adalah rumahmu, dan kau fikir dirumah sebesar ini tidak ada kamar mandi? Mandilah sana, aku sudah membelikan beberapa baju wanita untukmu, pakailah" ucap hyunseung berjalan kedapur meninggalkan hyuna
"Mwo?? Rumahku? Apa maksudnya?"Ucap hyuna bicara sendiri
Hyuna pun selesai mandi
Dan memilih baju-baju di lemari besar itu baju-baju yang telah dibelikan oleh hyunseung untuknya
"Aishhh baju-baju ini sangat besar untukku" gerutu hyuna sambil mencoba seluruh baju itu berharap ada yang pas ditubuh mungilnya
Hyunseung yang sudah rapih dan Tampan itu berniat menghampiri hyuna kekamarnya namun pintunya tidak dikunci hyunseung membuka pintu kamar hyuna dan lagi-lagi dia melihat hyuna tidak mengenakan pakaian hanya bra dan celana dalamnya saja hyuna belum menyadari keberadaan hyunseung , hyunseung membulatkan matanya dengan apa yang dilihatnya ini tubuh hyuna sangat seksi dengan rambut coklat panjangnya yang tergerai dia berusaha menelen salivanya paksa dan dengan cepat hyunseung tersadar saat hyuna kembali berteriak
"Kyaa!!!!!!!!!! Sedang apa kau ?!!!" Teriakan hyuna sangat keras membuat hyunseung menutup telinganya dan langsung menutup pintu kamar itu dan pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar