Senin, 28 Maret 2016

My Soulmate (2hyun) Chapter 4









Hyuna menoleh pada hyunseung 
 
"Waeyo?" Tanya hyunseung 
 
"Dia siapa oppa?" Tanya hyuna sambil melirik ke arah joy 
 
Dengan cepat joy mengulurkan tangannya
 
"Aku joy, kekasih hyunseung oppa" ucap joy membuat hyuna dan hyunseung membulatkan matanya , hyuna merasa disambar petir saat mendengar pengakuan yeoja dihadapannya ini apa? Kekasih hyunseung? Jadi.. Benar yang dilihatnya beberapa hari yang lalu di kafe itu? Oppa selingkuh? Batinnya 
 
Hyuna tidak membalas uluruan tangan joy dan berlari ke atas dengan airmatanya yang mulai berjatuhan 
 
Hyunseung terkejut saat joy mengatakan dia adalah kekasihnya bagaimana bisa dia melakukan ini?! Hyuna pasti sangat marah dan salah faham 
 
"Kau? Apa yang kau katakan?! Apa maksudmu kau kekasihku joy?!" Ucap hyunseung menaikan nada bicaranya 
 
Joy hanya menyilangkan kedua tangannya didadanya 
 
"Waeyo? Kau memang kekasihku kan oppa, dan dia? apa dia kekasih barumu? apa dia lebih baik dariku?apa yang sudah dia berikan padamu oppa? apa kau sudah menidurinya? hahh rendah sekali"ucap joy dengan santainya 
 
"Hentikan omong kosongmy joy! Ya! Dia lebih baik darimu sangat jauh! Dia yeoja yang baik pintar dan tulus mencintaiku! Dan dia tidak akan mengkhianatiku demi namja lain dan jangan pernah coba-coba bicara hal yang buruk tentang calon istriku!" Ucap hyunseung marah 
 
Joy sangat terkejut saat mendengar hyunseung mengucapkan bahwa yeoja itu adalah calon istrinya 
 
"Mwo?!! Apa maksudmu oppa?! Siapa yang kau bilang calon istrimu?! Wanita itu?!" Ucap joy mulai meninggikan suaranya 
 
"Ya! Hyuna.. Dia adalah calon istri yang sangat aku cintai! Dan dia jauh lebih baik darimu Park Soo Young!!" 
 
Hyunseung melihat hyuna yang turun dan hyuna mengganti pakaiannya dengan celana super pendek dan kaus oblong yang dibawanya
 
"Hyuna" ucap hyunseung memegang tangan hyuna 
 
Hyuna hanya menatapnya dingin lalu melirik joy yang mukanya memerah karena kesal 
 
"Oppa.." Hyuna mengelus lembut pipi hyunseung dengan sebelah tangannya lalu mencium bibir hyunseung penuh nafsu hyunseung membulatkan matanya tak menyangka hyuna melakukan ini 
 
Joy terkejut dan membulatkan matanya sempurna saat melihat hyunseung berciuman dengan hyuna dihadapannya joy meremas kedua tangannya dengan muka yang memerah 
 
"Oppa!!!!!" Joy berteriak membuat hyuna dan hyunseung menghentikan aktifitasnya dan menatap joy 
 
"Yak apa kau tidak diajarkan sopan santun? Kenapa berteriak dirumah oranglain?" Ucap hyuna dengan nada yang dingin 
 
Dengan cepat joy menghampiri hyuna dan hyunseung lalu joy menampar keras pipi hyuna membuat hyunsung terkejut sekaligus marah tidak ada yang boleh menyakiti hyunaku apalagi menamparnya sekeras ini hyuna menoleh ke arah joy dengan tatapan yang sangat mematikan dan ujung bibirnya mengeluarkan darah 
 
"Wanita murahan!!!! Kau tau?! Hyunseung oppa adalah milikku!! Berani sekali kau menciumnya ha?! Kau yang tidak diajarkan sopan santun!! Memangnya kau siapa? Dasar wanita murahan!!" Ucap joy sambil menunjuk-nunjuk ke arah hyuna dengan cepat hyuna meremas kasar tangan joy yang menunjuk-nunjuknya 
 
"Jangan pernah berani menunjuk-nunjuk kim hyuna, atau akan ku patahkan seluruh jarimu ini, lagi pula apa urusanmu? aku adalah calon istri jang hyunseung jadi aku bebas melakukan apapun"ucap hyuna yang terus memperkuat remasannya membuat joy meringis kesakitan 
 
"Hyuna sudah hentikan" ucap hyunseung dan hyuna melepaskan tangannya joy meringis kesakitan karena hyuna benar-benar menyakiti jari telunjuknya 
 
"Kau tidak apa-apa hyuna? Kau berdarah" ucap hyunseung khawatir sambil memegang pipi hyuna dan melihat luka hyuna 
 
Joy merasa sangat sakit hati saat hyunseung hanya menanyakan keadaan hyuna dan tidak memperdukikannya yang tangannya kesakitan akibat diremas kuat oleh hyuna 
 
"Oppa!" Teriak joy 
 
Hyunseung hanya melirik joy dingin membuat bulu kuduk joy merinding 
 
"Wae? Pergi dari sini atau aku yang menyeretmu?" Ucap hyunseung dingin 
 
"Mwo?!!!! Kau membela dia?!!" Ucap joy kembali berteriak 
 
"Keluarlah.. Atau aku terpaksa menyeretmu" ucap hyunsung dingin 
 
"Tapi kenapa?!! Kenapa kau lebih membela dia daripada aku oppa?!! Dia ini hanya wanita murahan! Tidak bisa disamakan denganku!" 
 
"Berhenti membicarakan hyuna wanita murahan!! Kau tau?! Dia adalah calon istriku! Dan dia wanita berpendidikan! Dan dia setia kepadaku!! Kau?! Iya! Kau memang tidak bisa disamakan dengan hyuna! Hyuna jauh lebih baik darimu! Kau tau? Kau dan hyuna adalah bumi dan langit , kau adalah tanah dan hyuna adalah langit yang tidak akan pernah bisa kau sejajarkan dengan dirimu" ucapan hyunseung membuat hyuna ingin menangis tapi hyuna berusaha menahannya ia tak menyangka hyunseung akan membelanya sampai seperti itu didepan yeoja lain 
 
Mendengar ucapan hyunseung dengan keras joy menampar hyunseung membuat hyuna membuka mulutnya karena terkejut dan menatap tajam ke arah joy lalu menjambaknya keras 
 
"Berani sekali kau menampar calon suamiku ha!!! Pergi dari sini kau hanya sampah yang mengharapkan cinta dari calon suamiku! Tidak tau malu!" Ucap hyuna sambil menjambak keras rambut joy dan joy pun tak kalah menjambak rambut hyuna 
 
Hyunseung yang tidak bisa berbuat kasar pada wanita dengan terpaksa mendorong joy karena ia tidak bisa melihat wanita yang sangat dicintainya disakiti oleh siapapun 
 
Hyuna terkejut saat hyunsung mendorong joy hingga terjatuh kelantai 
 
Hyunseung menatap tajam dan marah pada joy nafasnya tersengal-sengal 
 
"Park soo young!! Jika kau punya malu, tinggalkan kami! Dan berhenti menganggap diriku adalah kekasihmu! Keluarlah.." Ucap hyunseung dingin namun meninggi
 
Hyunseung merangkul hyuna untuk meninggalkan joy dan masuk kekamar joy terus berteriak namun tidak mereka hiraukan hingga akhirnya satpam dan pelayan rumah memintanya keluar dari rumah dan akhirnya joy keluar namun sebelum keluar terdengar sebuah ancaman dari joy 
 
"Oppa! Dengarkan aku! Aku tidak akan pergi kemanapun! Aku akan keluar dari rumahmu tapi aku tidak akan rela kau menikah dengan wanita murahan itu! Kau ingat itu oppa kau dengar aku?!!" Ucap joy berteriak lalu keluar dari rumah itu 
 
Didalam kamar hyuna tidak bisa membendung tangisnya lagi ia mengeluarkan airmatanya yang sedari tadi ditahannya dengan cepat hyunseung menghampiri hyuna dan memeluknya erat namun kini hyuna melepaskan pelukannya kasar 
 
"Hyuna?" Ucap hyunseung tak percaya hyuna melepaskan pelukannya kasar
 
"Jangan sentuh aku!!! Kau fikir aku apa ?!! Kau dengar apa yang wanita tadi katakan?!! Beberapa kali ia mangatakan aku wanita murahan!! Apa aku serendah itu?!! Seumur hidupku tidak pernah ada yang mengatakan aku seburuk itu oppa!! Eomma dan appa mendidikku untuk menjadi wanita yang baik-baik!! Dan sekarang aku dihina seperti ini?! Aku tidak terima oppa!! Dan kau?! Sebenarnya ada hubungan apa kau dengannya?! Kemarin aku melihat kau bersamanya di kafe pantas saja kau mematikan handphonemu! Kau tau oppa?! Aku sampai harus pulang menggunakan taksi malam-malam! Dan ahjussi (supir hyuna) tidak bisa menjemput karena harus pulang ! Apa kau setega itu membiarkanku pulang sendiri malam-malam seperti itu dan kauu?! Kau sedang asik dikafe bersama yeoja itu!! Aku ingin membatalkan pernikahan ini! Aku ingin hubungan kita berakhir!!! " hyuna menangis sejadi-jadinya dan berjalan mundur menghinghindari hyunseung 
 
Hyunseung merasa hatinya tercabik-cabik melihat yeoja yang sangat dicintainya menangis histeris seperti ini dan hyunseung baru pertama kali melihat hyuna menangis histeris seperti ini hyuna pasti sangat sakit hati belum lagi hatinya terasa perih melihat ujung bibir hyuna yang terluka akibat tamparan joy yang sangat keras dan hyunseung benar-benar ingin mati sekarang jika benar dia harus berpisah dengan hyuna 
 
Baru kali ini seorang hyunseung yang terkenal dingin , cuek dan keras kepala menitikan airmatanya bahkan dihadapn yeoja hyuna membulatkan matanya saat melihat hyunseung menangis hyuna sudah sangat mengenal hyunseung sedari kecil hyunseung tidak pernah menangis dihadapannya dia sangat dingin dan cuek bahkan saat joy yang dulu sangat dicintainya mengkhianatinya dan memutuskan hubungan dengannya hyunseung tidak pernah mau mengeluarkan airmatanya setetes pun tapi kini.. Hyunseung menangisi hyuna? Cinta hyunseung pada hyuna benar-benar besar dan tulus 
 
Hyunseung hanya menunduk lemah dan terus mengeluarkan airmatanya hyuna benar-benar tidak menyangka hyunseung akan menangis bahkan dulu saat masih kecil hyuna sempat berfikir bahwa hyunseung tidak memiliki air mata karena tidak pernah melihatnya menangis 
 
Hyuna duduk di ujung ranjang dan terus menangis hyunseung menatap hyuna dan menghampiri hyuna berlutut dihadapannya memegang kedua tangan hyuna sangat kuat seperti mengisyaratkan tolong tarik ucapanmu jangan membatalkan pernikahan ini jangan pergi dariku tolong maafkan aku
 
Hyuna hanya menoleh ke samping tidak menghiraukan hyunseung yang berlutut dan menggenggam erat tangannya 
 
"Oppa bangunlah" ucap hyuna tanpa menatap ke arah hyunseung 
 
Hyunseung masih dalam posisinya tidak bergerak sama sekali 
 
"Oppa!" Hyunseung mendongak menatap hyuna, hyuna membulatkan matanya saat melihat kedua mata hyunseung membengkak dan sangat merah dengan cepat hyuna turun dari ranjang dan duduk dibawah bersebelahan dengan hyunseung lalu memegang kedua pipi hyunseung dengan tangan mungilnya 
 
Hyuna menatap dalam-dalam mata hyunseung yang membengkak dan merah itu hyuna menghapus air mata hyunseung dengan kedua ibu jarinya 
 
"Oppa.." Suara hyuna terdengar serak 
 
Hyunseung mengambil tangan hyuna yang ada dipipinya lalu menempelkannya kedada bidangnya membuat hyuna merasakan detak jantung hyunseung yang berdegup cepat 
 
"Kau merasakannya?"ucap hyunseung dengan suara yang parau 
 
Hyuna mengangguk kecil 
 
"Kau tau? Aku sangat mencintaimu hyuna, kau adalah yeoja yang sangat aku cintai, kau segalanya untukku hyuna, hanya kau yang mampu membuat jantungku berdegup cepat saat bersamamu , kaulah jantungku kini tanpamu aku tidak akan hidup hyuna.. Kau adalah wanita yang sangat aku cintai apapun alasannya aku mencintai semua yang ada padamu hyuna , kau tau ? Jika seorang pria menangis karena wanita , pria itu sangat mencintai wanita itu, aku sangat mencintaimu kim hyuna.. Aku mohon jangan tinggalkan aku jebal hyuna jebal" ucap hyunseung sembari mempererat genggamannya ditangan lembut hyuna 
 
Hyuna merasa tersentuh dengan ucapan hyunseung , hyunseung yang ia kenal tidak lemah seperti ini hyunseung sangt cuekk tidak mungkin hyunseung ternyata sangat lemah saat hyuna ingin mengakhiri hubungan dengannya 
 
"Oppa?" Suara hyuna bergetar dan mengelus lembut rambut berwarna putih gading milik hyunseung 
 
"Jebal hyunaa maafkan aku, dia mantan kekasihku dan aku benar-benar sudah tidak mencintainya lagi hanya kau yang aku cintai hyunaa hanya kau yang akan menjadi istriku menjadi ibu dari anak-anakku jebal hyunaaa tarik ucapanmu, kau tidak akan meninggalkanku hyuna" ucap hyunseung kembali menitikan airmatanya 
 
Hyuna sedikit geli melihat hyunseung yang selama ini dikenalnya cuek dan dingin bisa seperti ini dihadapannya namun rasa cinta didalam diri hyuna yang besar pada hyunseung membuat hatinya sakit melihat hyunseung menangis seperti ini 
 
"Oppa gwaenchana.. Aku tidak akan meninggalkanmu , mian oppaa" ucap hyuna dengan suaranya yang masih serak 
 
Hyuna menarik kepala hyunseung untuk tidur dipangkuannya dan hyuna mengelus lembut rambut hyunseung penuh sayang dan menghapus air mata di pipi hyunseung dengan lembut 
 
"Mian oppa... Aku mencintaimu, tolong jangan sakiti aku" ucap hyuna yang masih mengelus lembut rambut hyunseung yang ada di pangkuannya 
 
Hyunseung mendongak menatap hyuna dengan pandangan mengisyaratkan jangan penah pergi jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku 
 
Hyuna menutup mata hyunseung dengan satu tangannya dan dia tertawa kecil 
 
"Oppaa jangan menatapku seperti itu" 
 
Hyunseung melepaskan tangan hyuna dari matanya dan tersenyum tenang dan menciumi punggung tangan hyuna 
 
"Aku tidak akan menyakitimu hyuna, aku akan menjagamu selalu jangan tinggalkan aku aku sangt mencintaimu, jadilah istriku untuk selamanya menjadi ibu dari anak-anakku" ucapan hyunseung membuat pipi hyuna memerah 
 
Hyuna mengangguk 
"Ayo oppa bangunlah, tidurlah diatas nanti kau masuk angin" 
 
Mereka pun tidur di ranjang dan hyuna membaringkan kepalanya di dada bidang hyunseung sehingga hyuna bisa sangat jelas mendengar irama detak jantung hyunseung yang sangat tenang hyuna pun menutup matanya dan mereka tertidur hingga akhirnya hyuna terbangun

Pukul 02.00 malam ksl 
 
Hyunseung menggigil membuat hyuna yang tertidur di dadanya terbangun dan dengan mata yang masih mengantuk hyuna melihat hyunseung menggigil dan wajahnya sangat pucat 
 
"Oppa? Oppa waeyo??" Tanya hyuna khawatir dan menggoyang-goyangkan tubuh hyunseung agar sadar namun hyunseung terus menggigil tapi tidak membuka matanya membuat hyuna sangat khawatir 
 
"Oppa!!warkeure?!" Kini hyuna benar-benar khawatir dan langsung keluar kamar untuk meminta bantuan beberapa pelayan yang masih terjaga melihat hyuna yang terkihat panik langsung menghampiri hyuna 
 
"Maaf nona belum tidur?" Tanya seorang pelayan yang melihat hyuna kebingungan 
 
"Oh! Apa kau bisa membantuku? Hyunseung oppa dia.." Hyuna sangat panik 
 
"Nona ada apa? Tenang duluu dan katakan ada apa nona" tanya seorang pelayan lainnya 
 
"Hyunseung oppa.. Dia.. Ah cepat panggilkan dokter sekarang juga palli" ucap hyuna menyuruh pada pelayan dan salah seorang pelayan menelfon dokter dan yang lainnya mengikuti hyuna ke kamar melihat keadaan hyunseung 
 
Hyunseung yang masih menggigil mencoba membuka matanya "hyunaa" panggil hyunseung lemah 
 
Hyuna yang berada disamping hyunseung langsung memegang erat sebelah tangan hyunseung 
 
"Ne oppaa aku disiniii" ucap hyuna mengelus rambut hyunseung 
 
"Tuan.. Tuan ingin saya ambilkan sesuatu?" Tanya sang pelayan
 
Hyunseung menggeleng lemah dan terus menggigil tubuhnya berkeringat mukanya pucat kepalanya terasa pusing 
 
"Oppaa tanganmu dingin sekali, bertahanlah oppa dokter akan segera kemari" ucap hyuna lalu mengecup punggung tangan hyunseung 
 
Hyunseung membelai lembut pipi hyuna dan mencoba untuk tersenyum 
 
"Berjanjilah untuk selalu bersamaku hyuna, kaulah obatku bersamamu aku akan selalu baik-baik saja" ucap hyunseung dengan susah payahnya menahan sakit dikepala dan tubuh yang terus menggigil 
 
"Jangan banyak bicara oppaaa dan kau bohong sekali mengatakan kau baik-baik saja bila bersamaku, buktinya sekarang tiba-tiba kau menggigil seperti ini bertahanlah oppa" ucap hyuna sedikit sebal karena ucapan hyunseung tak sesuai dengan keadaannya
 
Hyunseung tersenyum lemah membuat hyuna tak tega melihatnya 
 
"Aishh ajjuma dimana dokternya? Kenapa lama sekali?!" Ucap hyuna yang kesal hyunseung memegang erat tangan hyuna seperti tidak usah khawatir dan jangan memarahi pelayannya seperti itu 
 
Akhirnya setelah beberapa lama menunggu dokter pun datang 
 
"Maaf saya terlambat saya habis menangani oprasi" ucap sang dokter tersenyum pada hyuna dan hyunseung 
 
"Ajumma kau boleh kembali" ucap hyuna pada sang pelayan dan kali ini hyuna memberikan senyumnya 
 
Dokter selesai memeriksa hyunseung
 
"Ada apa dokter? Ada apa dengan hyunseung oppa?" Tanya hyuna khawatir 
 
"Agassi, sepertinya tuan hyunseung-ssi harus dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari" ucap sang dokter membuat hyuna terkejut
 
"Mwo?! Memangnya hyunseung oppa sakit apa dok?" Tanya hyuna cemas
 
"Tuan hyunseung-ssi pasti kelelahan sehingga keadaannya drop, tuan hyunseung-ssi sakit tipus dan harus segera mendapat perawatan dirumah sakit" ucap dokter 
 
"Ahh baik dok saya akan membawanya kerumah sakit sekarang" ucap hyuna 
 
-dirumah sakit- 
 
Pukul 05.00 pagi ksl 
 
Hyuna masih terjaga sedangkan hyunseung tertidur karena pengaruh dari obat 
 
Hyuna menguhubungi sohyun 
 
"Yoboseo?" Suara dari sebrang terdengar parau seperti orang yang baru bangun dari tidurnya
 
"Sohyun-ah? Ini eonni!!" Ucap hyuna 
 
"Hyuna eonni? Ohh waeyoo?" Tanya sohyun dengan suaranya yang terdengar masih sangat mengantuk
 
"Oppamu masuk rumah sakitt" 
 
"Mwo?!!!" Suara sohyun mendadak membuat hyuna menjauhkan handphonenya dari telinganya karena sangat memekikan telinga 
 
"Aishh yak!!" Gerutu hyuna kesal 
 
"Ah mian eonni mian, ada apa dengan ilhoon?! Kenapa bisa masuk rumah sakit?" Tanya sohyun cemas 
 
"Yak siapa itu ilhoon?" Ucap hyuna membuat sohyun langsung terkejut karena yang dia kira oppa adalah kekasihnya , padahal yang dimaksud hyuna adalah kakanya yaitu hyunseung 
"Aish habislah aku, hyuna eonni pasti akan mencurigaiku paboo!"batin sohyun
 
"Yak sohyun-ah! Kau tidur lagi?! Siapa itu ilhoon? Omoo! Kau ? Kau sudah memiliki kekasih ?" Ucapan hyuna membuat sohyun terbata-bata 
 
"Ah apa mm apa maksdud eon eum aku" 
 
Hyuna tertawa kecil mendengar calon adik iparnya gelagap seperti itu
"Sudah sudah, eonni akan diam tidak akan mengatakannya pada oppamu"
 
Sohyun menarik nafas lega
"Haahh beruntungnya aku memiliki eonni sepertimu eonni hihi, ohhh hyunseung oppa kenapa?"
 
"Hyunseung oppa tadi malam menggigil dan aku menelfon dokter untuk memeriksanya tapi dokter malah menyuruhku untuk membawanya kerumah sakit dan kini hyunseung oppa dirawatt oppa sakit tipuss dokter bilang oppa kelelahan, palli beri tahu eommanim" 
 
"Aahh ne, akhir-akhir ini oppa memang sering pulang larut malam"
Ucapan sohyun membuat hyuna terdiam oppa selalu pulang malam? Tapi kenapa tidak pernah memberitahunya? Apaa oppa pergi bersama yeoja itu?
 
"Eonni?" Suara dari sebrang membuyarkan lamunan hyuna 
 
"Wae?" 
 
"Ada apa? Kenapa diam?"
 
"Ck ! Memangnya kenapa kalau aku diam? Aishh apa kau tidak bersiap-siap untuk sekolah?" Ucap hyuna 
 
"Ne eonni.. Aku akan mandi dan bersiap ke sekolah" 
 
"Ne , jangan lupa untuk memberitahu ibumu arra?" 
 
"Ne eonni aku akan memberitahu eomma, eonni bersama siapa dirumah sakit?" 
 
"Aku ditemani ahjumma"
 
"Oh begituuu yasudah kalau begitu jaga suamimu dengan baik ne?" Sohyun terkekeh dia sangat senang mengusili calon kaka iparnya ini 
 
"Yak! Sudah aku akan menutup telfonnya , annyeong"
 
"Annyeoong" 
 
Sesaat hyuna terdiam 
 
"Hyunseung oppa akan dirawat selama 5 hari sedangkan pernikahan mereka tinggal seminggu lagi, apa hyunseung oppa akan kuat?ahh eotteoke?" Batinnya 
 


 

My Soulmate (2hyun) Chapter 3






  





Pukul 23.30 ksl 
 
Mereka sampai didepan rumah yang besar itu dan hyuna tertidur pulas membuat hyunseung tak tega untuk membangunkannya hyuna pasti kelelahan karena kegiatan dikampusnya yang begitu banyak dan dia malah ikut tidur didalam mobil
 
 
Hyuna terbangun dari tidurnya dan membuka matanya dia terkejut saat menyadari dirinya tertidur didalam mobil dan melihat disampingnya ada hyunseung yang juga tertidur dengan pulasnya 
 
"Omo! Oppa.. Ternyata kau sangat tampan saat tertidur seperti ini, ah anii.. Maksudku jauhh lebih tampan dibanding saat kau bangun dan membuat ekspresi dinginmu itu, tapi justru itu yang aku suka kau selalu bersikap dingin tapi selalu perhatian padaku haha aku tau itu oppa"batinnya, hyuna menandang wajah hyunseung dengan intens memandang setiap lekuk wajahnya  
 
 
"Apa yang kau lihat?" Ucap hyunseung tanpa membuka matanya membuat hyuna terpelanjat kaget 
Dan hyunseung pun membuka matanya menatap hyuna 
 
"Oppa!! Kau pura-pura tidur???!!" Teriak hyuna kesal sekaligus malu
 
"Ani" jawabnya singkat
 
"Yak jangan bohong! Lalu darimana kau tau aku sedang memperhatikanmu?!" Jawab hyuna sedikit berteriak dengan suara cemprengnya
 
"Oh jadi sedari tadi kau memperhatikanku? Apa aku tampan?" Ucap hyunseung dengan santainya membuat hyuna malu dan kini ia tau pati pipinya memerah namun hyunseung tidak akan menyadari itu karena didalam mobil gelap dan hanya ada sedikit cahaya dari tiang lampu didepan mobil mereka 
 
"Hyuna.." Tiba-tiba suara hyunseung berubah menjadi sangat lembut membuat hati hyuna mendesir tak karuan namun hyuna tidak mau memperlihatkannya 
 
"Mwo?" Tanya hyuna ketus 
 
Hyunseung menarik tangan hyuna mendekatkan wajahnya pada hyuna 
Membuat wajah mereka hanya beberapa inci saja jaraknya 
 
Entah mengapa jantung hyuna mulai berdegup sangat cepat 5 kali lebih cepat mungkin dan darahnya terasa mengalir kearah sebaliknya hyuna bingung dengan perasaannya ada apa ini? Kenapa aku seperti ini? Dan kenapa aku tidak bisa berontakk?! Ada apa denganku!!! Batinnya 
 
 
CUP!!!
 
Bibir mereka akhirnya bersentuhan hyunseung mengambil ciuman pertama hyuna dan hyunseung tau itu karena hyunseung sudah sangat dekat dengan hyuna dan dari dulu sebelum mereka akan dijodohkan hyuna selalu menceritakan segala yang ingin dia ceritakan pada hyunseung termasuk dia yang tidak pernah disentuh oleh namja manapun 
Hyuna benar-benar bisa menjaga miliknya dan akhirnya ciuman pertamanya telah dimiliki hyunseung 
 
Hyuna membulatkan matanya saat sadar hyunseung menciumnya mengambil ciuman pertamanya yang dia pastikan hanya akan dia berikan pada suaminya nanti dan siapa sangka calon suaminya adalah hyunseung 
 
Entah mengapa hyuna hanya bisa diam saat hyunseung mencium bibirnya tidak ada perlawanann dari hyuna bahkan tidak ada suara dari teriakannya yang sangat memekikkan telinga itu membuat hyunseung sedikit bingung apakah hyuna mulai menaruh hati pada hyunseung dan menerima pernikahan ini? 
 
Hyunseung melepaskan ciumannya mereka hanya menempelkan bibir mereka tanpa saling membalas hyunseung tersenyum kecil pada hyuna , sedangkan hyuna masih diam membeku tidak bicra apapun 
 
"Hyuna? Gwaenchana?" Tanya hyunseung mulai khawatir tiba-tiba dibalik kegelapan dan hanya ada sedikit cahaya yang menyorot ke wajah hyuna , terlihat ada air mata yang jatuh dari mata hyuna membuat hyunseung terkejut dan merasa bersalah apa hyuna marah? Apadia akan kecewa padaku? Batin hyunseung 
 
"Hyuna?" 
 
Hyuna menghapus airmatanya 
 
"Oppa" jawabnya dengan suara yang parau 
 
"Hyuna? Waeyo? Maafkan aku, aku tau itu ciuman pertamamu maafkan aku, aku tidak tau mengapa tadi aku..." Dengan cepat hyuna menutup mulut hyunseung dengan telunjuk jarinya 
 
"Kenapa oppa? Bukankah sbentar lagi kita akan menikah? Kau tidak usah merasa bersalah" ucap hyuna dengan suara yang parau 
 
Hyunsung senang bukan main mendengar ucapan hyuna tapi ada seuatu yang mengganjal dihatinya , kenapa hyuna menangis?
 
Seperti mengerti hyuna langsung mengatakan 
"Aku menangis karena aku tak menyangka .. Aku .. Akan menikah denganmu oppa, dan.. Selama ini aku mengatakan padamu aku tidak pernah tersentuh oleh namja mana pun dan kau.. Kau yang mengambil ciuman pertamaku, aku.. Aku tidak tau mengapa aku menangis, aku ..." Hyuna menggantungkan ucapannya membuat hyunseung tak mengerti 
 
"Waeyo hyuna?" 
 
Hyuna menatap kedua mata hyunseung sebisanya karena disana sangat gelap 
 
"Aku .. Aku ingin makan oppa" ucapan hyuna membuat hyunseung menarik nafas panjang lalu dia tertawa kecil tak menyangka hyuna akan mengatakan itu 
 
"Wae? Kenapa kau tertawa? Apa kau tidak dengar? Perutku keroncongan oppa" ucap hyuna sambil memegang perutnya dengan kedua tangannya 
 
Hyunseung tersenyum kecil pada hyuna dan memgelus lembut rambut panjang coklat itu " arraso, kajja kita turun dan makan" ucap hyunseung saat hyunsung hendak turun dari mobilnya hyuna menahannya membuat hyunseung menatap bingung pada hyuna
 
"Waeyo?" 
 
"Oppa... Sebenarnya ini rumah siapa? Dan kenapa kita selalu kemari?" Tanya hyuna tak mengerti hyunseung hanya tersenyum dan melihat ke arah rumah besar itu dri dalam mobilnya 
 
"Hyuna, itu adalah rumah yang aku beli untuk kita dan anak kita nanti tempati" ucapan hyunseung membuat hyuna tersipu malu pipinya terasa panas dan hyuna benar-benar tidak menyangka hyunseung telah menyiapkan segalanya untuknya dan... Dia bilang apa? Anak kita? Entah mengapa saat hyunseung mengatakan itu hyuna merasa sangat tersentuh sekaligus malu karena jika mereka ingin memiliki anak berarti hyuna harus melakukan itu dengan hyunseung? Omo!! Batin hyuna ketakutan
 
 
Setelah satu bulan lamanya hyuna dan hyunseung mulai saling menerima satu sama lain dan tidak bisa dipungkiri kini hyuna sangat mencintai hyunseung dan sebaliknya hyunseung sangat mencintai hyuna
 
-dikantor hyunseung-
 
Dretttt 
 
Handphone hyunseung bergetar 
 
"Yeobseo?" Jawab hyunseung 
 
"Bagaimana kabarmu?" 
 
Hyunseung mengerutkan dahinya mencoba mengingat suara dari sebrang 
 
"Nugu?" Tanyanya 
 
"Mwo?? Kau tida menyimpan nomorku oppa? Aishh bisa-bisanya" 
 
"Ahh miann handphoneku rusak dan aku mengganti dengan yang baru" 
 
"Begituu, tapi benarkah kau tidak mengenal suaraku? Aku fikir kau sangat merindukanku oppaa..." Ucap suara dari sebrang terdengar manja pada hyunseung 
 
"Ah maafkan aku tapi aku tidak ingatt" 
 
"Ahh jinjja , ini aku Park soo young oppaaaaa...."
 
"Oh kau? Joy? Bagaimana keadaanmu? Kau sudah kembali dari canada?" Tanya hyunseung 
 
"Ne oppa!! Aku sangat merindukanmu!" 
 
"Kapan kau kembali dari canada ?" 
 
"Baruu saja aku sekarang dalam perjalanan menuju rumahnu oppaaaa aku sangat merindukanmu" 
 
"Mwo? Tapi aku sedang tidak dirumah aku sedang dikantor" 
 
"Aahh jinjja? Aku merindukanmu oppaa tidak bisakah kita bertemu sebentar?" Suara dari sebrang terdengar kecewa
 
"Aku tidak bisa joyy mianhe.. Sebentar lagi akan ada meetingg , kita bertemu lain kali ne ?" 
 
"Anii! Aku ingin sekarang!! Kau tidak merindukanku oppa?!" 
 
"Joy jangan seperti ini aku sedang sibuk saat ini, hmmm kita bertemu nanti malam saja bagaimana ?" 
 
"Jinjja? Arraso!!"
 
Joy adalah mantan kekasih hyunseung walaupun mereka sudah tidak ada hubungan lagi tapi joy masih sangat mencintai hyunseung dan bisa dibilang joy sangat terobsesi dengan hyunseung ketika putus dari hyunseung joy tidak memiliki kekasih karena masih mengharapkan hyunseung dan selama joy di canada untuk ikut bersama orang tuanya joy masih mengharap untuk kembali pada hyunseung dan joy belum mengetahui kalau hyunseung dalam satu minggu lagi akan menikah dengan hyuna wanita yang sangat dicintai hyunseung 
 
-dikampus hyuna-
 
Pukul 21.30 ksl 
 
Hyuna pulang dari kampusnya karena kegiatan amal yang di adakan oleh kampusnya selesai hari ini 
 
Hyuna melirik jam tangannya 
"Ini sudah malamm aku takut naik bus sendiri" ucap hyuna sambil melihat kekiri dan kekanan berharap ada seseorang yang bisa diajak pulang bersamanya , sahabat-sahabatnya sudah pulang bersama kekasihnya masing-masing 
 
Hyuna memutuskan untuk menelfon hyunseung meminta agar dijemput saja namun handphone hyunseung tidak aktif membuat hyuna menggerutu sendiri 
 
"Aishhh oppa!! Ahh jinjjaa oettoke? Ahhh baiklah aku akan pulang naik taksi saja" 
 
Hyuna pulang menggunakan taksi dan saat dijalan ia melewati sebuah kafe 
 
"Ah ahjussi, berhenti disini aku akan kembali" ucap hyuna yang turun dan masuk kedalam kafe karena eommanya sedang tidak ada dirumah dan pembantu rumah tangga sedang pulang jadi ia yakin sekali jika ia akan kelaparan dirumah jadi hyuna memutuskan untuk membeli makanan untuk dibawa pulang namun saat hedak memesan makan matanya melihat seorang namja dan seorang yeoja yang tengah duduk di ujung ruangan sedang asik mengobrol dan sesekali yeoja itu memegang tangan namja itu membuat hati hyuna sangat sakit 
 
"Oppa?" Suaranya mulai bergetar hyuna melihat hyunseung dan joy dari kejauhan 
 
-hyuna pov end- 
 
 
-hyunseung pov-
 
-di kafe-
 
Aku bertemu dengan joy dia adalah mantan kekasihku dulu aku sangat mencintainya tapi sekarang tidak, aku sudah melupakannya dan aku sudah menganggapnya hanya sebagai teman saja aku sudah tidak memiliki rasa apapun untuk joy terlebih saat aku akan menjadi calon suami hyuna aku hanya mencintai hyuna dan hanya hyuna yang ada di hati dan fikiranku saat ini dan selamanya
 
"Oppa!! Aku merindukanmu!!!" Joy memeluk erat hyunseung membuat hyunseung sedikit risih dan melepaskan pelukan joy 
 
"Oppa, waeyo? Kau tidak merindukanku?" Ucap joy merengut melihat reaksi hyunseung yang tak membalas balik pelukannya malah melepaskannya 
 
"Ahh duduklah dulu tidak enak dilihat orang" ucap hyunseung dan mereka pun duduk bersebelahan 
 
"Oppa! Bgaimana keadaan Eommonim dan appanim? Ohh sohyun! Apa dia sudah sangat cantik sekarang? Dia sudah memiliki kekasih?" Tanya joy dengan cerewetnya 
 
Hyunseung tersenyum kecil
"Semua baik-baik saja joy, sohyun sekarang sudah kelas 3 sma dan setauku dia belum memiliki kekasih ahh lebih baik dia fokus dulu dengan sekolahnya" 
 
"Waee? Kalau dia ingin memiliki kekasih saat usia muda bagaimana? Kau ini jangan begituuu kau dan aku kan dulu berpacaran saat kau berumur 22 tahun  dan aku masih 17 tahunn" 
 
"Sudah tidak udah dibahas lagi soal masa lalu" ucap hyunseung singkat 
 
"Mmm? Waeyo? Apa kau sudah melupakan semua tentang kitaa oppa? Bagaimana bisaaa? Ohh kau semakin tampan sekarang oppaa" ucap joy sembari memegang sebelah tangan hyunseung 
 
Hyunseung yang menyadari tangannya disentuh oleh joy dengan pelan melepaskan tangannya dari joy 
 
"Oppa? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?" Tanya joy 
 
"Apa maksudmu?" 
 
"Kau sudah tidak mencintaiku?" Tanya joy sekali lagi 
 
Hyunseung menghela nafas panjang 
"Joyy setelah sekian lama kita tidak bertemu apa kau ingin membicarakan ini?" 
 
"Oppa jawablah.." 
 
Hyunseung kembali menghela nafasnya dalam-dalam 
 
"Joy, dengarkan aku.. Kita sudah berpisah sudah sangat lama , jadi untuk apa membahas ini lagi? Aku sudah memiliki kehidupan yang baru dan aku harap kau juga begitu" ucap hyunseung 
 
"Kau? Kau sudah memiliki kekasih lain?" Tanya joy 
 
Hyunseung mengangguk kecil 
 
"Ne" 
 
Joy membulatkan matanya hatinya terasa sangat sakit dadanya sesak saat mengetahui ternyata namja yang selama ini selalu di impikannya namja yang masih sangat dicintainya bahkan joy setia menunggunya dn ingin kembali padanya sudah memiliki yeoja lain
 
"Kau menangis?" Tanya hyunseung saat melihat mata joy mulai berkaca-kaca dan terjatuh kepipinya 
 
"Oppa.. Wae?" Tanya joy sembari menangis dan tanpa ekspresi
 
"Apa maksudmu?" Tanya hyunseung tak mengerti 
 
"Kenapa kau memiliki yeoja lain??! Aku mencintaimu oppa, dan kau tau? Aku menolak banyak namja yang ingin menjadi kekasihku demi bisa kembali padamu"ucap joy sambil terus menangis namun hyunseung tdak sama sekali berniat untuk menghapus air mata joy karena hyunseung bingung harus bagaimana dia sudah dimiliki hyuna dan tidak ingin memberi perhatiannya pada yeoja lain apalagi joy , joy adalah mantannya dan dulu saat joy memutuskan hubungannya dengan hyunseung joy memiliki kekasih lain dan saat hubungan mereka berakhir joy putus dengan selingkuhannya dan ingin kembali bersama hyunseung namun hyunseung menolaknya dan kini joy kembali ke kehidupan hyunseung 
 
 
-hyunseung pov end-
 
"Oh jadi ini alasanmu mematikan handphonemu oppa? Baiklah" ucap hyuna lalu melangkah pergi meninggalkan kafe dengan airmata yang berlinang hatinya terasa sakit mengingat sebentar lagi dirinya akan menikah dengan hyunseung dan harus melihat calon suaminya sedang bermesraan dengan yeoja lain 

Keesokan harinya
 
Pukul 06.00 ksl 
 
Hyunseung tiba di depan rumah hyuna untuk mengantarkan hyuna ke kampus seperti biasanya karena jalur ke kampus dan kekantornya sama jadi hyunseung selalu mengantar bahkan menjemput jika sudah tidak ada pekerjaan di kantornya 
 
Tok tok!!
 
Keluarlah eomma hyuna 
 
"Hyunseung?" Ucap eomma 
 
Hyunseung membungkuk dan tersenyum 
 
"Eommonim, hyuna sudah siap?" 
 
"Apa kalian sedang berkelahi?" Tiba-tiba ibu hyuna bertanya seperti itu membuat hyunseung tak mengerti karena ia merasa tidak sedang bertengkar dengan hyuna 
 
"Mwo? Kenapa Eommonim menanyakan itu ? Kami baik-baik saja Eommonim, apa hyuna mengatakan sesuatu?" Tanya hyunseung tak mengerti
 
"Nak, eomma harap kau bisa menjaga hyuna dengan baik hingga kalian resmi menjadi suami istri nanti tolong pertahankan hubungan kalian dan jangan sakiti hati putri kami" ucapan eomma semakin membuat hyunseung tidak mengerti dan kini hyunseung yakin pasti ada sesuatu yang terjadi dengan hyuna 
 
"Eommonim, aku tidak mengerti kenapa Eommonim bicara seperti ini, apa aku melakukan ksalahan Eommonim? Apa hyuna sudah siap?" Ucap hyunseung 
 
"Hyunseung, tadi malam saat Eommonim baru pulang dari rumah teman Eommonim.. Eommonim mendengar hyuna menangis dikamarnya namun dia mengunci dirinya didalam kamar dan tadi pagi matanya sangat sembab Eommonim mencoba bertanya padany ada apa namun dia hanya diam dan pergi" ucp eomma dengan wajah yang sedih 
 
"Mwo? Hyuna menangis? Ahh aku tidak mengerti ada apa dengannya Eommonim, karena kami sedang tidak bertengkar kami baik-baik saja, dann hyuna dia sudah pergi?" 
 
Eomma mengangguk "ne , dia Eommonim sudah menyuruhnya untuk menunggumu tapi dia ingin pergi sendiri"
 
"Dia pergi naik apa Eommonim?" 
 
"Hyuna diantar oleh supir nak, apa kau sudah sarapan? Kalau belum mari masuk dulu sarapanlah dulu" ucap eomma sambil menyuruh masuk hyunseung 
 
Hyunseung tersenyum 
"Tidak usah Eommonim, aku sudah sarapan dirumah.. Kamsahamnida, aku akan pergi kekantor sekarang"
Dan hyunseung membungkuk dan pergi meninggalkan rumah hyuna 
 
Di dalam mobil hyunseung terus saja memikirkan yang dibicarakan ibu hyuna ia tidak mengerti ada apa dengan hyuna , hyuna tidak memberitahu apapun padanya bahkan tadi pagi hyunseung mencoba menghubungi hyuna namun tak ada jawaban dari hyuna membuat hyunseung semakin tidak mengerti, dann.. Hyuna menangis semalaman? Ahh ada apa sebenarnya aku tidak bisa membiarkan ini berlarut-larut aku harus menemuinya dan bertanya sebenarnya ada apa karena sebentar lagi kami akan menikah 
 
 
Hyuna sudah pulang dari kampusnya 
Dan melihat sebuah mobil sedan putih di depan kampusnya ia mengenal mobil itu dan dengan cepat ia berlari menghindar dari mobil itu menuju mobilnya yang sedari tadi sudah menunggunya 
 
Dengan cepat hyunseung keluar dari mobilnya ketika melihat hyuna berlari menghindarinya 
 
"Hyuna!" Hyunseung memegang tangan hyuna sebelum hyuna masuk kedalam mobilnya
 
"Mwo?!" Jawab hyuna kasar
 
Hyunseung mengerutkan dahinya tak mengerti ada apa dengan calon istrinya ini 
 
"Kau kenapa ? Kenapa tidak menunggu untuk pergi bersamaku?" Tanya hyunseung yang semakin menguatkan pegangannya ditangan hyuna karena hyuna yang terus saja berusaha melepaskan pegangannya 
 
"Oppa lepaskan!"
 
Hyunseung semakin memperkencang pegangannya membuat hyuna meringis kesakitan 
 
"Jawab aku hyuna" ucap hyunseung dengan ekspresi wajahnya yang dingin 
 
"Apa urusanmu ? Jika aku ingin pergi sendiri apa urusanmu?!"
 
"Kau adalah calon istriku ! Dan aku calon suamimu! Tentu saja ini menjadi urusanku , ada apa denganmu? Aku melakukan kesalahn padamu? Apa?! Jawab aku kim hyuna!!" Suara hyunseung kini terdengar marah membuat hyuna sedikit takut dan hyuna menitikan airmatanya 
 
Hyunseung hanya diam tak menyangka ucapannya akan menyakitkan hyuna ia tidak sanggup melihat hyuna menangis dengan cepat hyunseung memeluk erat hyuna mengelus sayang rambut coklat panjang hyuna dan menghisap aroma tubuh hyuna yang selalu memabukannya 
 
Hyuna menangis didalam pelukan hyunseung tanpa memberontak sedikit pun dan dengan perlahan hyuna membalas pelukan hyunseung dan memeluknya erat menangis sejadi-jadinya dipelukan hyunseung 
 
Hyunseung melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata hyuna 
 
"Ada apa? Kau kenapa?" Tanya hyunseung lembut agar tidak membuat calon istrinya takut 
 
Hyuna hanya diam dan airmatanya terus bergelinang membuat hati hyunseung terasa sesak melihat hyuna menangis dihadapannya dan kembali memeluk sayang hyuna 
 
"Kau pulang denganku" ucap hyunseung dan melepaskan pelukannya 
 
" ahjusii pulanglah, hyuna akan pulang bersamaku" ucap hyunseung pada supir hyuna 
 
-didalam mobil- 
 
Hyuna hanya diam wajahnya terlihat sangat sedih , hyunseung ingin sekali bertanya padanya namun ia memilih untuk diam membiarkan hyuna menenangkan dirinya dulu 
 
"Kenapa kita kesini?" Tanya hyuna karena hyunseung membawanya kerumah besar itu 
 
"Aku ingin bicara denganmu" ucap hyunseung tersenyum dan memgang lembut tangan hyuna , hyunseung membukakan pintu mobilnya untuk hyuna dan mereka berjalan masuk kedalam rumah, seperti biasa ada pelayan yang menyambut mereka 
 
"Kau lapar hm?" Tanya hyunseung pada hyuna yang masih terlihat sedih itu 
 
Hyuna menggeleng tidak mengatakan apapun membuat hyunseung menarik nafasnya dalam ia sedih melihat hyuna seperti ini 
 
Mereka pun masuk kedalam kamar 
 
"Kenapa harus disini?" Tanya hyuna 
 
Hyunseung mengelus lembut rambut hyuna 
 
"Disini kau akan lebih tenang sayang, bisakah kau jelaskan padaku ? Ada apa denganmu? Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku menyakitimu ? Tolong beritahu aku, aku tidak ingin kau diam seperti ini dan menghindariku" ucap hyunseung yang berjongkok di hadapan hyuna karena hyuna duduk di pinggir ranjang 
 
"Hyuna..." Ucap hyunseung lembut sambil menggenggam lembut kedua tangan hyuna 
 
"Ada apaa?" Tanya hyunseung lagi 
 
Hyuna kembali menangis beberapa kali hyuna mengutuk dirinya sendiri kenapa sekarang aku jadi sangat cengeng? Dan aku menangis karena seorang namja?! Bagaimana bisa! Batin hyuna 
 
Hyunseung menghapus airmata hyuna dengan lembut dan mencium kedua tangan hyuna dan kembali menatap kedua mata hyuna dalam-dalam 
 
"Oppa.." Akhirnya hyuna bicara dengan suaranya yang sedikit serak 
 
"Wae hyunaa?" Tanya hyunseung lembut
 
"Duduklah disini" ucap hyuna sembari menepuk kasur disampingnya untuk duduk disebelahnya
 
Hyunseung mengangguk dan tersenyum dengan tangan yang masih menggenggam lembut tangan hyuna 
 
"Oppa.. Mianhe" ucap hyuna lalu memeluk erat hyunseung 
 
Hyunseung membalas pelukan hyuna dan mengelus lembut rambut hyuna 
 
"Gwaenchana chagi" 
 
Hyuna melepaskan pelukannya dan mereka saling menatap tiba-tiba hyunseung mendekatkan wajahnya pada hyuna hingga sedikit sekali jarak diantara mereka 
 
Hyuna memejamkan matanya saat hyunseung kembali mencium bibirnya dengan lembut namun kini hyuna membalas ciuman itu dan akhirnya ciuman yang penuh sayang menjadi ciuman penuh nafsu di kamar yang sangat besar dan ranjang yang berukuran king size ini mereka bermesraan hyunseung menghisap aroma tubuh hyuna yang selalu membuatnya merindukan hyuna , hyunseung menindih hyuna dibawahnya dan terus mencium bibir hyuna dan terkadang menggigit kecil bibir hyuna , kini hyuna membalas ciuman itu hyuna menghisap bibir bawah hyunseung dan mereka memainkan lidah mereka hyuna merasakan sensasi yang luar biasa ia sangat mencintai hyunseung dan ia merelakan ciuman pertamanya untuk hyunseung , hyunseung pun merasakan hal yang sama walaupun ini bukan ciuman pertamanya entah mengapa saat berciuman dengan hyuna jantung hyunseung serasa menggebu-gebu dan ada rasa ingin memiliki seluruhnya yang ada di diri hyuna hyunseung merasa berbeda jika berciuman dengan hyuna , hyuna mampu membuat dirinya gila karena cinta dan bibir mungil hyuna terasa sangat manis dan lembut membuatnya selalu menginginkan ciuman dari hyuna 

Ciuman mereka semakin panas keduanya jadi penuh dengan nafsu perlahan ciuman hyunseung turun ke leher jenjang hyuna membuat hyuna terkejut saat hyunseung memberikan kissmark di lehernya dan dengan cepat hyuna menghentikan kegiatan hyunseung 
 
"Wae chagi?" Tanya hyunseung menghentikan aktifitasnya 
 
"Oppa.. Bagaimana jika leherku membiru?" Tanya hyuna dengan polosnya 
 
Hyunseung tertawa kecil dan mengelus pipi hyuna
 
"Tidak apa-apa hyuna, jika kau tidak ingin orang melihatnya kau bisa menutupnya dengan rambut panjangmu ne ? Sekarang tolong jangan hentikan aku.. Tubuhmu sangat membuatku bergairah hyunaa" ucapan hyunseung membuat hyuna merasa malu ini pertama kalinya tubuhnya dicumbu oleh namja
Walaupun hyuna memiliki banyak mantan kekasih namun tidak ada satupun yang bisa menyentuh bahkan mencumbu hyuna seperti yang dilakukan hyunseung padanya 
 
Hyuna menggeliat karena ciuman hyunseung yang masih menciumi leher jenjang hyuna , entah mengapa hyuna mendesah sekali membuat hyuna menutup mulutnya dan hyunseung menyadari itu 
 
Hyunseung menatap hyuna dan menepis tangan hyuna yang menutup mulutnya sendiri 
 
"Tidak usah ditahan hyuna.. Jika kau ingin mendesah mendesahlah" ucap hyunseung lalu mencium bibir hyuna
 
 Hyuna hanya bisa diam hyunseung kembali mencium dan menghisap bibir mungilnya namun didalam hatinya dia menggerutu terus mengutuk dirinya
kenapa bisa-bisanya aku mendesahhh seperti itu!! Aishh memalukan sekali!!!!. Batinnya
 
Ciuman mereka semakin brutal saat hyunseung mulai meremas salah satu payudara hyuna awalnya hyuna tidak mau namun lama kelamaan hyuna menikmatinya dan terus menggelinjang tak tentu arah 
 
Tok tok!! Seseorang mengetuk pintu kamar mereka membuat mereka menghentikan aktifitas mereka 
 
Hyunseung menghentikan kegiatannya dan mendecak kesal karena membuat ia terpaksa menghentikan kegiatannya untuk terus mencumbu calon istrinya ini
 
"Oppa bukalah pintunya" ucap hyuna melepaskan rangkulannya dari leher hyunseung yang masih menindihnya 
 
Hyunseung sekali lagi berdecak kesal 
"Mengganggu saja, tapi kita akan melanjutkannya nanti ne?" Ucap hyunseung membuat hyuna mencubit punggung hyunseung 
 
"Appoo!!" Hyunseung meringis kesakitan dan mengelus-elus punggungnya 
 
Hyuna tertawa kecil 
"Sudahlah jangan terus menindihku oppa! Buka pintunya" suruh hyuna dengan kilat hyunseung mencium bibir hyuna dan bangun lalu merapihkan dirinya dan membuka pintu 
 
"Ada apa?" Tanya hyunseung pada seorang pelayannya 
 
"Maaf tuan, ada yang ingin bertemu denganmu" ucap seorang pelayan membuat hyunseung mengerutkan dahinya ada yang ingin bertemu dengannya ?
 
"Nugu?" Tanya hyunseung 
 
"Saya tidak tau tuan, dia tidak ingin menyebutkan namanya ia hanya meminta saya memanggilkan tuan tapi dia seorang yeoja"
 
"Yeoja?" Tanya hyunseung yang masih mengerutkan dahinya menerka-nerka kenapa ada orang yang tau kalau kini ia memiliki rumah sendiri karena hyunseung belum memberitau siapapun soal kediamannya yang baru untuk tinggal bersama hyuna saat mereka menikah nanti pada siapapun kecuali seluruh keluarganya dan semua pelayan sudah mengenal seluruh keluarganya
 
"Baiklah, suruh dia masuk dan aku akan segara menemuinya" ucap hyunseung dan pelayan itu mengangguk lalu turun menemui tamu itu 
 
Hyuna yang sudah merapihkan pakaiannya menghampiri hyunseung 
 
"Oppa? Ada apa?" 
 
Hyunseung berbalik dan memeluk pinggang hyuna dan hyuna merangkul leher hyunseung mereka kembali berciuman walau hanya sebentar 
 
"Ada tamu, kau mau ikut bersamaku kebawah?" Ucap hyunseung dan hyuna mengangguk 
 
Mereka turun kebawah dan ternyata yeoja itu sudah menunggunya di ruang tamu 
 
"Joy?" Ucap hyunseung terkejut saat ternyata joy yang datang kerumahnya 
 
Joy langsung berdiri dan menatap ke arah hyunsung dan hyuna yang berpegangan tangan hatinya terasa sangat sakit, apa dia kekasih baru hyunseung oppa? Batinnya 
 
Hyuna dan hyunseung pun turun hyuna mengerutkan dahinya mengingat-ngingat siapa yeoja ini sepertinya hyuna pernah bertemu dengannya dan akhirnya hyuna mengingatnya 
 
"Kau?" Ucap hyuna 
 
Hyunseung menoleh ke arah hyuna 
"Kau mengenalnya hyuna?" 
 
Hyuna tidak merespon ucapan hyunseung dan hanya menatap ke arah joy yang juga menatapnya 
 
Hyunseung yang menyadari itu langsung memecahkan suasana 
 
" joy, darimana kau tau aku tinggal disini?" Ucap hyunseung bingung 
 
Joy tidak menjawab dan hanya terus menatap tajam ke arah hyuna begitupun dengan hyuna 
 
Hyunseung sangat merasa ada sesuatu yang terjadi ada apa dengan hyuna? Dia seperti sangat tidak menyukai joy 
 
"Hyuna?"