Hyuna menoleh pada hyunseung
"Waeyo?" Tanya hyunseung
"Dia siapa oppa?" Tanya hyuna sambil melirik ke arah joy
Dengan cepat joy mengulurkan tangannya
"Aku joy, kekasih hyunseung oppa" ucap joy membuat hyuna dan hyunseung membulatkan matanya , hyuna merasa disambar petir saat mendengar pengakuan yeoja dihadapannya ini apa? Kekasih hyunseung? Jadi.. Benar yang dilihatnya beberapa hari yang lalu di kafe itu? Oppa selingkuh? Batinnya
Hyuna tidak membalas uluruan tangan joy dan berlari ke atas dengan airmatanya yang mulai berjatuhan
Hyunseung terkejut saat joy mengatakan dia adalah kekasihnya bagaimana bisa dia melakukan ini?! Hyuna pasti sangat marah dan salah faham
"Kau? Apa yang kau katakan?! Apa maksudmu kau kekasihku joy?!" Ucap hyunseung menaikan nada bicaranya
Joy hanya menyilangkan kedua tangannya didadanya
"Waeyo? Kau memang kekasihku kan oppa, dan dia? apa dia kekasih barumu? apa dia lebih baik dariku?apa yang sudah dia berikan padamu oppa? apa kau sudah menidurinya? hahh rendah sekali"ucap joy dengan santainya
"Hentikan omong kosongmy joy! Ya! Dia lebih baik darimu sangat jauh! Dia yeoja yang baik pintar dan tulus mencintaiku! Dan dia tidak akan mengkhianatiku demi namja lain dan jangan pernah coba-coba bicara hal yang buruk tentang calon istriku!" Ucap hyunseung marah
Joy sangat terkejut saat mendengar hyunseung mengucapkan bahwa yeoja itu adalah calon istrinya
"Mwo?!! Apa maksudmu oppa?! Siapa yang kau bilang calon istrimu?! Wanita itu?!" Ucap joy mulai meninggikan suaranya
"Ya! Hyuna.. Dia adalah calon istri yang sangat aku cintai! Dan dia jauh lebih baik darimu Park Soo Young!!"
Hyunseung melihat hyuna yang turun dan hyuna mengganti pakaiannya dengan celana super pendek dan kaus oblong yang dibawanya
"Hyuna" ucap hyunseung memegang tangan hyuna
Hyuna hanya menatapnya dingin lalu melirik joy yang mukanya memerah karena kesal
"Oppa.." Hyuna mengelus lembut pipi hyunseung dengan sebelah tangannya lalu mencium bibir hyunseung penuh nafsu hyunseung membulatkan matanya tak menyangka hyuna melakukan ini
Joy terkejut dan membulatkan matanya sempurna saat melihat hyunseung berciuman dengan hyuna dihadapannya joy meremas kedua tangannya dengan muka yang memerah
"Oppa!!!!!" Joy berteriak membuat hyuna dan hyunseung menghentikan aktifitasnya dan menatap joy
"Yak apa kau tidak diajarkan sopan santun? Kenapa berteriak dirumah oranglain?" Ucap hyuna dengan nada yang dingin
Dengan cepat joy menghampiri hyuna dan hyunseung lalu joy menampar keras pipi hyuna membuat hyunsung terkejut sekaligus marah tidak ada yang boleh menyakiti hyunaku apalagi menamparnya sekeras ini hyuna menoleh ke arah joy dengan tatapan yang sangat mematikan dan ujung bibirnya mengeluarkan darah
"Wanita murahan!!!! Kau tau?! Hyunseung oppa adalah milikku!! Berani sekali kau menciumnya ha?! Kau yang tidak diajarkan sopan santun!! Memangnya kau siapa? Dasar wanita murahan!!" Ucap joy sambil menunjuk-nunjuk ke arah hyuna dengan cepat hyuna meremas kasar tangan joy yang menunjuk-nunjuknya
"Jangan pernah berani menunjuk-nunjuk kim hyuna, atau akan ku patahkan seluruh jarimu ini, lagi pula apa urusanmu? aku adalah calon istri jang hyunseung jadi aku bebas melakukan apapun"ucap hyuna yang terus memperkuat remasannya membuat joy meringis kesakitan
"Hyuna sudah hentikan" ucap hyunseung dan hyuna melepaskan tangannya joy meringis kesakitan karena hyuna benar-benar menyakiti jari telunjuknya
"Kau tidak apa-apa hyuna? Kau berdarah" ucap hyunseung khawatir sambil memegang pipi hyuna dan melihat luka hyuna
Joy merasa sangat sakit hati saat hyunseung hanya menanyakan keadaan hyuna dan tidak memperdukikannya yang tangannya kesakitan akibat diremas kuat oleh hyuna
"Oppa!" Teriak joy
Hyunseung hanya melirik joy dingin membuat bulu kuduk joy merinding
"Wae? Pergi dari sini atau aku yang menyeretmu?" Ucap hyunseung dingin
"Mwo?!!!! Kau membela dia?!!" Ucap joy kembali berteriak
"Keluarlah.. Atau aku terpaksa menyeretmu" ucap hyunsung dingin
"Tapi kenapa?!! Kenapa kau lebih membela dia daripada aku oppa?!! Dia ini hanya wanita murahan! Tidak bisa disamakan denganku!"
"Berhenti membicarakan hyuna wanita murahan!! Kau tau?! Dia adalah calon istriku! Dan dia wanita berpendidikan! Dan dia setia kepadaku!! Kau?! Iya! Kau memang tidak bisa disamakan dengan hyuna! Hyuna jauh lebih baik darimu! Kau tau? Kau dan hyuna adalah bumi dan langit , kau adalah tanah dan hyuna adalah langit yang tidak akan pernah bisa kau sejajarkan dengan dirimu" ucapan hyunseung membuat hyuna ingin menangis tapi hyuna berusaha menahannya ia tak menyangka hyunseung akan membelanya sampai seperti itu didepan yeoja lain
Mendengar ucapan hyunseung dengan keras joy menampar hyunseung membuat hyuna membuka mulutnya karena terkejut dan menatap tajam ke arah joy lalu menjambaknya keras
"Berani sekali kau menampar calon suamiku ha!!! Pergi dari sini kau hanya sampah yang mengharapkan cinta dari calon suamiku! Tidak tau malu!" Ucap hyuna sambil menjambak keras rambut joy dan joy pun tak kalah menjambak rambut hyuna
Hyunseung yang tidak bisa berbuat kasar pada wanita dengan terpaksa mendorong joy karena ia tidak bisa melihat wanita yang sangat dicintainya disakiti oleh siapapun
Hyuna terkejut saat hyunsung mendorong joy hingga terjatuh kelantai
Hyunseung menatap tajam dan marah pada joy nafasnya tersengal-sengal
"Park soo young!! Jika kau punya malu, tinggalkan kami! Dan berhenti menganggap diriku adalah kekasihmu! Keluarlah.." Ucap hyunseung dingin namun meninggi
Hyunseung merangkul hyuna untuk meninggalkan joy dan masuk kekamar joy terus berteriak namun tidak mereka hiraukan hingga akhirnya satpam dan pelayan rumah memintanya keluar dari rumah dan akhirnya joy keluar namun sebelum keluar terdengar sebuah ancaman dari joy
"Oppa! Dengarkan aku! Aku tidak akan pergi kemanapun! Aku akan keluar dari rumahmu tapi aku tidak akan rela kau menikah dengan wanita murahan itu! Kau ingat itu oppa kau dengar aku?!!" Ucap joy berteriak lalu keluar dari rumah itu
Didalam kamar hyuna tidak bisa membendung tangisnya lagi ia mengeluarkan airmatanya yang sedari tadi ditahannya dengan cepat hyunseung menghampiri hyuna dan memeluknya erat namun kini hyuna melepaskan pelukannya kasar
"Hyuna?" Ucap hyunseung tak percaya hyuna melepaskan pelukannya kasar
"Jangan sentuh aku!!! Kau fikir aku apa ?!! Kau dengar apa yang wanita tadi katakan?!! Beberapa kali ia mangatakan aku wanita murahan!! Apa aku serendah itu?!! Seumur hidupku tidak pernah ada yang mengatakan aku seburuk itu oppa!! Eomma dan appa mendidikku untuk menjadi wanita yang baik-baik!! Dan sekarang aku dihina seperti ini?! Aku tidak terima oppa!! Dan kau?! Sebenarnya ada hubungan apa kau dengannya?! Kemarin aku melihat kau bersamanya di kafe pantas saja kau mematikan handphonemu! Kau tau oppa?! Aku sampai harus pulang menggunakan taksi malam-malam! Dan ahjussi (supir hyuna) tidak bisa menjemput karena harus pulang ! Apa kau setega itu membiarkanku pulang sendiri malam-malam seperti itu dan kauu?! Kau sedang asik dikafe bersama yeoja itu!! Aku ingin membatalkan pernikahan ini! Aku ingin hubungan kita berakhir!!! " hyuna menangis sejadi-jadinya dan berjalan mundur menghinghindari hyunseung
Hyunseung merasa hatinya tercabik-cabik melihat yeoja yang sangat dicintainya menangis histeris seperti ini dan hyunseung baru pertama kali melihat hyuna menangis histeris seperti ini hyuna pasti sangat sakit hati belum lagi hatinya terasa perih melihat ujung bibir hyuna yang terluka akibat tamparan joy yang sangat keras dan hyunseung benar-benar ingin mati sekarang jika benar dia harus berpisah dengan hyuna
Baru kali ini seorang hyunseung yang terkenal dingin , cuek dan keras kepala menitikan airmatanya bahkan dihadapn yeoja hyuna membulatkan matanya saat melihat hyunseung menangis hyuna sudah sangat mengenal hyunseung sedari kecil hyunseung tidak pernah menangis dihadapannya dia sangat dingin dan cuek bahkan saat joy yang dulu sangat dicintainya mengkhianatinya dan memutuskan hubungan dengannya hyunseung tidak pernah mau mengeluarkan airmatanya setetes pun tapi kini.. Hyunseung menangisi hyuna? Cinta hyunseung pada hyuna benar-benar besar dan tulus
Hyunseung hanya menunduk lemah dan terus mengeluarkan airmatanya hyuna benar-benar tidak menyangka hyunseung akan menangis bahkan dulu saat masih kecil hyuna sempat berfikir bahwa hyunseung tidak memiliki air mata karena tidak pernah melihatnya menangis
Hyuna duduk di ujung ranjang dan terus menangis hyunseung menatap hyuna dan menghampiri hyuna berlutut dihadapannya memegang kedua tangan hyuna sangat kuat seperti mengisyaratkan tolong tarik ucapanmu jangan membatalkan pernikahan ini jangan pergi dariku tolong maafkan aku
Hyuna hanya menoleh ke samping tidak menghiraukan hyunseung yang berlutut dan menggenggam erat tangannya
"Oppa bangunlah" ucap hyuna tanpa menatap ke arah hyunseung
Hyunseung masih dalam posisinya tidak bergerak sama sekali
"Oppa!" Hyunseung mendongak menatap hyuna, hyuna membulatkan matanya saat melihat kedua mata hyunseung membengkak dan sangat merah dengan cepat hyuna turun dari ranjang dan duduk dibawah bersebelahan dengan hyunseung lalu memegang kedua pipi hyunseung dengan tangan mungilnya
Hyuna menatap dalam-dalam mata hyunseung yang membengkak dan merah itu hyuna menghapus air mata hyunseung dengan kedua ibu jarinya
"Oppa.." Suara hyuna terdengar serak
Hyunseung mengambil tangan hyuna yang ada dipipinya lalu menempelkannya kedada bidangnya membuat hyuna merasakan detak jantung hyunseung yang berdegup cepat
"Kau merasakannya?"ucap hyunseung dengan suara yang parau
Hyuna mengangguk kecil
"Kau tau? Aku sangat mencintaimu hyuna, kau adalah yeoja yang sangat aku cintai, kau segalanya untukku hyuna, hanya kau yang mampu membuat jantungku berdegup cepat saat bersamamu , kaulah jantungku kini tanpamu aku tidak akan hidup hyuna.. Kau adalah wanita yang sangat aku cintai apapun alasannya aku mencintai semua yang ada padamu hyuna , kau tau ? Jika seorang pria menangis karena wanita , pria itu sangat mencintai wanita itu, aku sangat mencintaimu kim hyuna.. Aku mohon jangan tinggalkan aku jebal hyuna jebal" ucap hyunseung sembari mempererat genggamannya ditangan lembut hyuna
Hyuna merasa tersentuh dengan ucapan hyunseung , hyunseung yang ia kenal tidak lemah seperti ini hyunseung sangt cuekk tidak mungkin hyunseung ternyata sangat lemah saat hyuna ingin mengakhiri hubungan dengannya
"Oppa?" Suara hyuna bergetar dan mengelus lembut rambut berwarna putih gading milik hyunseung
"Jebal hyunaa maafkan aku, dia mantan kekasihku dan aku benar-benar sudah tidak mencintainya lagi hanya kau yang aku cintai hyunaa hanya kau yang akan menjadi istriku menjadi ibu dari anak-anakku jebal hyunaaa tarik ucapanmu, kau tidak akan meninggalkanku hyuna" ucap hyunseung kembali menitikan airmatanya
Hyuna sedikit geli melihat hyunseung yang selama ini dikenalnya cuek dan dingin bisa seperti ini dihadapannya namun rasa cinta didalam diri hyuna yang besar pada hyunseung membuat hatinya sakit melihat hyunseung menangis seperti ini
"Oppa gwaenchana.. Aku tidak akan meninggalkanmu , mian oppaa" ucap hyuna dengan suaranya yang masih serak
Hyuna menarik kepala hyunseung untuk tidur dipangkuannya dan hyuna mengelus lembut rambut hyunseung penuh sayang dan menghapus air mata di pipi hyunseung dengan lembut
"Mian oppa... Aku mencintaimu, tolong jangan sakiti aku" ucap hyuna yang masih mengelus lembut rambut hyunseung yang ada di pangkuannya
Hyunseung mendongak menatap hyuna dengan pandangan mengisyaratkan jangan penah pergi jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku
Hyuna menutup mata hyunseung dengan satu tangannya dan dia tertawa kecil
"Oppaa jangan menatapku seperti itu"
Hyunseung melepaskan tangan hyuna dari matanya dan tersenyum tenang dan menciumi punggung tangan hyuna
"Aku tidak akan menyakitimu hyuna, aku akan menjagamu selalu jangan tinggalkan aku aku sangt mencintaimu, jadilah istriku untuk selamanya menjadi ibu dari anak-anakku" ucapan hyunseung membuat pipi hyuna memerah
Hyuna mengangguk
"Ayo oppa bangunlah, tidurlah diatas nanti kau masuk angin"
Mereka pun tidur di ranjang dan hyuna membaringkan kepalanya di dada bidang hyunseung sehingga hyuna bisa sangat jelas mendengar irama detak jantung hyunseung yang sangat tenang hyuna pun menutup matanya dan mereka tertidur hingga akhirnya hyuna terbangun
Pukul 02.00 malam ksl
Hyunseung menggigil membuat hyuna yang tertidur di dadanya terbangun dan dengan mata yang masih mengantuk hyuna melihat hyunseung menggigil dan wajahnya sangat pucat
"Oppa? Oppa waeyo??" Tanya hyuna khawatir dan menggoyang-goyangkan tubuh hyunseung agar sadar namun hyunseung terus menggigil tapi tidak membuka matanya membuat hyuna sangat khawatir
"Oppa!!warkeure?!" Kini hyuna benar-benar khawatir dan langsung keluar kamar untuk meminta bantuan beberapa pelayan yang masih terjaga melihat hyuna yang terkihat panik langsung menghampiri hyuna
"Maaf nona belum tidur?" Tanya seorang pelayan yang melihat hyuna kebingungan
"Oh! Apa kau bisa membantuku? Hyunseung oppa dia.." Hyuna sangat panik
"Nona ada apa? Tenang duluu dan katakan ada apa nona" tanya seorang pelayan lainnya
"Hyunseung oppa.. Dia.. Ah cepat panggilkan dokter sekarang juga palli" ucap hyuna menyuruh pada pelayan dan salah seorang pelayan menelfon dokter dan yang lainnya mengikuti hyuna ke kamar melihat keadaan hyunseung
Hyunseung yang masih menggigil mencoba membuka matanya "hyunaa" panggil hyunseung lemah
Hyuna yang berada disamping hyunseung langsung memegang erat sebelah tangan hyunseung
"Ne oppaa aku disiniii" ucap hyuna mengelus rambut hyunseung
"Tuan.. Tuan ingin saya ambilkan sesuatu?" Tanya sang pelayan
Hyunseung menggeleng lemah dan terus menggigil tubuhnya berkeringat mukanya pucat kepalanya terasa pusing
"Oppaa tanganmu dingin sekali, bertahanlah oppa dokter akan segera kemari" ucap hyuna lalu mengecup punggung tangan hyunseung
Hyunseung membelai lembut pipi hyuna dan mencoba untuk tersenyum
"Berjanjilah untuk selalu bersamaku hyuna, kaulah obatku bersamamu aku akan selalu baik-baik saja" ucap hyunseung dengan susah payahnya menahan sakit dikepala dan tubuh yang terus menggigil
"Jangan banyak bicara oppaaa dan kau bohong sekali mengatakan kau baik-baik saja bila bersamaku, buktinya sekarang tiba-tiba kau menggigil seperti ini bertahanlah oppa" ucap hyuna sedikit sebal karena ucapan hyunseung tak sesuai dengan keadaannya
Hyunseung tersenyum lemah membuat hyuna tak tega melihatnya
"Aishh ajjuma dimana dokternya? Kenapa lama sekali?!" Ucap hyuna yang kesal hyunseung memegang erat tangan hyuna seperti tidak usah khawatir dan jangan memarahi pelayannya seperti itu
Akhirnya setelah beberapa lama menunggu dokter pun datang
"Maaf saya terlambat saya habis menangani oprasi" ucap sang dokter tersenyum pada hyuna dan hyunseung
"Ajumma kau boleh kembali" ucap hyuna pada sang pelayan dan kali ini hyuna memberikan senyumnya
Dokter selesai memeriksa hyunseung
"Ada apa dokter? Ada apa dengan hyunseung oppa?" Tanya hyuna khawatir
"Agassi, sepertinya tuan hyunseung-ssi harus dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari" ucap sang dokter membuat hyuna terkejut
"Mwo?! Memangnya hyunseung oppa sakit apa dok?" Tanya hyuna cemas
"Tuan hyunseung-ssi pasti kelelahan sehingga keadaannya drop, tuan hyunseung-ssi sakit tipus dan harus segera mendapat perawatan dirumah sakit" ucap dokter
"Ahh baik dok saya akan membawanya kerumah sakit sekarang" ucap hyuna
-dirumah sakit-
Pukul 05.00 pagi ksl
Hyuna masih terjaga sedangkan hyunseung tertidur karena pengaruh dari obat
Hyuna menguhubungi sohyun
"Yoboseo?" Suara dari sebrang terdengar parau seperti orang yang baru bangun dari tidurnya
"Sohyun-ah? Ini eonni!!" Ucap hyuna
"Hyuna eonni? Ohh waeyoo?" Tanya sohyun dengan suaranya yang terdengar masih sangat mengantuk
"Oppamu masuk rumah sakitt"
"Mwo?!!!" Suara sohyun mendadak membuat hyuna menjauhkan handphonenya dari telinganya karena sangat memekikan telinga
"Aishh yak!!" Gerutu hyuna kesal
"Ah mian eonni mian, ada apa dengan ilhoon?! Kenapa bisa masuk rumah sakit?" Tanya sohyun cemas
"Yak siapa itu ilhoon?" Ucap hyuna membuat sohyun langsung terkejut karena yang dia kira oppa adalah kekasihnya , padahal yang dimaksud hyuna adalah kakanya yaitu hyunseung
"Aish habislah aku, hyuna eonni pasti akan mencurigaiku paboo!"batin sohyun
"Yak sohyun-ah! Kau tidur lagi?! Siapa itu ilhoon? Omoo! Kau ? Kau sudah memiliki kekasih ?" Ucapan hyuna membuat sohyun terbata-bata
"Ah apa mm apa maksdud eon eum aku"
Hyuna tertawa kecil mendengar calon adik iparnya gelagap seperti itu
"Sudah sudah, eonni akan diam tidak akan mengatakannya pada oppamu"
Sohyun menarik nafas lega
"Haahh beruntungnya aku memiliki eonni sepertimu eonni hihi, ohhh hyunseung oppa kenapa?"
"Hyunseung oppa tadi malam menggigil dan aku menelfon dokter untuk memeriksanya tapi dokter malah menyuruhku untuk membawanya kerumah sakit dan kini hyunseung oppa dirawatt oppa sakit tipuss dokter bilang oppa kelelahan, palli beri tahu eommanim"
"Aahh ne, akhir-akhir ini oppa memang sering pulang larut malam"
Ucapan sohyun membuat hyuna terdiam oppa selalu pulang malam? Tapi kenapa tidak pernah memberitahunya? Apaa oppa pergi bersama yeoja itu?
"Eonni?" Suara dari sebrang membuyarkan lamunan hyuna
"Wae?"
"Ada apa? Kenapa diam?"
"Ck ! Memangnya kenapa kalau aku diam? Aishh apa kau tidak bersiap-siap untuk sekolah?" Ucap hyuna
"Ne eonni.. Aku akan mandi dan bersiap ke sekolah"
"Ne , jangan lupa untuk memberitahu ibumu arra?"
"Ne eonni aku akan memberitahu eomma, eonni bersama siapa dirumah sakit?"
"Aku ditemani ahjumma"
"Oh begituuu yasudah kalau begitu jaga suamimu dengan baik ne?" Sohyun terkekeh dia sangat senang mengusili calon kaka iparnya ini
"Yak! Sudah aku akan menutup telfonnya , annyeong"
"Annyeoong"
Sesaat hyuna terdiam
"Hyunseung oppa akan dirawat selama 5 hari sedangkan pernikahan mereka tinggal seminggu lagi, apa hyunseung oppa akan kuat?ahh eotteoke?" Batinnya