Pukul 23.30 ksl
Mereka sampai didepan rumah yang besar itu dan hyuna tertidur pulas membuat hyunseung tak tega untuk membangunkannya hyuna pasti kelelahan karena kegiatan dikampusnya yang begitu banyak dan dia malah ikut tidur didalam mobil
Hyuna terbangun dari tidurnya dan membuka matanya dia terkejut saat menyadari dirinya tertidur didalam mobil dan melihat disampingnya ada hyunseung yang juga tertidur dengan pulasnya
"Omo! Oppa.. Ternyata kau sangat tampan saat tertidur seperti ini, ah anii.. Maksudku jauhh lebih tampan dibanding saat kau bangun dan membuat ekspresi dinginmu itu, tapi justru itu yang aku suka kau selalu bersikap dingin tapi selalu perhatian padaku haha aku tau itu oppa"batinnya, hyuna menandang wajah hyunseung dengan intens memandang setiap lekuk wajahnya
"Apa yang kau lihat?" Ucap hyunseung tanpa membuka matanya membuat hyuna terpelanjat kaget
Dan hyunseung pun membuka matanya menatap hyuna
"Oppa!! Kau pura-pura tidur???!!" Teriak hyuna kesal sekaligus malu
"Ani" jawabnya singkat
"Yak jangan bohong! Lalu darimana kau tau aku sedang memperhatikanmu?!" Jawab hyuna sedikit berteriak dengan suara cemprengnya
"Oh jadi sedari tadi kau memperhatikanku? Apa aku tampan?" Ucap hyunseung dengan santainya membuat hyuna malu dan kini ia tau pati pipinya memerah namun hyunseung tidak akan menyadari itu karena didalam mobil gelap dan hanya ada sedikit cahaya dari tiang lampu didepan mobil mereka
"Hyuna.." Tiba-tiba suara hyunseung berubah menjadi sangat lembut membuat hati hyuna mendesir tak karuan namun hyuna tidak mau memperlihatkannya
"Mwo?" Tanya hyuna ketus
Hyunseung menarik tangan hyuna mendekatkan wajahnya pada hyuna
Membuat wajah mereka hanya beberapa inci saja jaraknya
Entah mengapa jantung hyuna mulai berdegup sangat cepat 5 kali lebih cepat mungkin dan darahnya terasa mengalir kearah sebaliknya hyuna bingung dengan perasaannya ada apa ini? Kenapa aku seperti ini? Dan kenapa aku tidak bisa berontakk?! Ada apa denganku!!! Batinnya
CUP!!!
Bibir mereka akhirnya bersentuhan hyunseung mengambil ciuman pertama hyuna dan hyunseung tau itu karena hyunseung sudah sangat dekat dengan hyuna dan dari dulu sebelum mereka akan dijodohkan hyuna selalu menceritakan segala yang ingin dia ceritakan pada hyunseung termasuk dia yang tidak pernah disentuh oleh namja manapun
Hyuna benar-benar bisa menjaga miliknya dan akhirnya ciuman pertamanya telah dimiliki hyunseung
Hyuna membulatkan matanya saat sadar hyunseung menciumnya mengambil ciuman pertamanya yang dia pastikan hanya akan dia berikan pada suaminya nanti dan siapa sangka calon suaminya adalah hyunseung
Entah mengapa hyuna hanya bisa diam saat hyunseung mencium bibirnya tidak ada perlawanann dari hyuna bahkan tidak ada suara dari teriakannya yang sangat memekikkan telinga itu membuat hyunseung sedikit bingung apakah hyuna mulai menaruh hati pada hyunseung dan menerima pernikahan ini?
Hyunseung melepaskan ciumannya mereka hanya menempelkan bibir mereka tanpa saling membalas hyunseung tersenyum kecil pada hyuna , sedangkan hyuna masih diam membeku tidak bicra apapun
"Hyuna? Gwaenchana?" Tanya hyunseung mulai khawatir tiba-tiba dibalik kegelapan dan hanya ada sedikit cahaya yang menyorot ke wajah hyuna , terlihat ada air mata yang jatuh dari mata hyuna membuat hyunseung terkejut dan merasa bersalah apa hyuna marah? Apadia akan kecewa padaku? Batin hyunseung
"Hyuna?"
Hyuna menghapus airmatanya
"Oppa" jawabnya dengan suara yang parau
"Hyuna? Waeyo? Maafkan aku, aku tau itu ciuman pertamamu maafkan aku, aku tidak tau mengapa tadi aku..." Dengan cepat hyuna menutup mulut hyunseung dengan telunjuk jarinya
"Kenapa oppa? Bukankah sbentar lagi kita akan menikah? Kau tidak usah merasa bersalah" ucap hyuna dengan suara yang parau
Hyunsung senang bukan main mendengar ucapan hyuna tapi ada seuatu yang mengganjal dihatinya , kenapa hyuna menangis?
Seperti mengerti hyuna langsung mengatakan
"Aku menangis karena aku tak menyangka .. Aku .. Akan menikah denganmu oppa, dan.. Selama ini aku mengatakan padamu aku tidak pernah tersentuh oleh namja mana pun dan kau.. Kau yang mengambil ciuman pertamaku, aku.. Aku tidak tau mengapa aku menangis, aku ..." Hyuna menggantungkan ucapannya membuat hyunseung tak mengerti
"Waeyo hyuna?"
Hyuna menatap kedua mata hyunseung sebisanya karena disana sangat gelap
"Aku .. Aku ingin makan oppa" ucapan hyuna membuat hyunseung menarik nafas panjang lalu dia tertawa kecil tak menyangka hyuna akan mengatakan itu
"Wae? Kenapa kau tertawa? Apa kau tidak dengar? Perutku keroncongan oppa" ucap hyuna sambil memegang perutnya dengan kedua tangannya
Hyunseung tersenyum kecil pada hyuna dan memgelus lembut rambut panjang coklat itu " arraso, kajja kita turun dan makan" ucap hyunseung saat hyunsung hendak turun dari mobilnya hyuna menahannya membuat hyunseung menatap bingung pada hyuna
"Waeyo?"
"Oppa... Sebenarnya ini rumah siapa? Dan kenapa kita selalu kemari?" Tanya hyuna tak mengerti hyunseung hanya tersenyum dan melihat ke arah rumah besar itu dri dalam mobilnya
"Hyuna, itu adalah rumah yang aku beli untuk kita dan anak kita nanti tempati" ucapan hyunseung membuat hyuna tersipu malu pipinya terasa panas dan hyuna benar-benar tidak menyangka hyunseung telah menyiapkan segalanya untuknya dan... Dia bilang apa? Anak kita? Entah mengapa saat hyunseung mengatakan itu hyuna merasa sangat tersentuh sekaligus malu karena jika mereka ingin memiliki anak berarti hyuna harus melakukan itu dengan hyunseung? Omo!! Batin hyuna ketakutan
Setelah satu bulan lamanya hyuna dan hyunseung mulai saling menerima satu sama lain dan tidak bisa dipungkiri kini hyuna sangat mencintai hyunseung dan sebaliknya hyunseung sangat mencintai hyuna
-dikantor hyunseung-
Dretttt
Handphone hyunseung bergetar
"Yeobseo?" Jawab hyunseung
"Bagaimana kabarmu?"
Hyunseung mengerutkan dahinya mencoba mengingat suara dari sebrang
"Nugu?" Tanyanya
"Mwo?? Kau tida menyimpan nomorku oppa? Aishh bisa-bisanya"
"Ahh miann handphoneku rusak dan aku mengganti dengan yang baru"
"Begituu, tapi benarkah kau tidak mengenal suaraku? Aku fikir kau sangat merindukanku oppaa..." Ucap suara dari sebrang terdengar manja pada hyunseung
"Ah maafkan aku tapi aku tidak ingatt"
"Ahh jinjja , ini aku Park soo young oppaaaaa...."
"Oh kau? Joy? Bagaimana keadaanmu? Kau sudah kembali dari canada?" Tanya hyunseung
"Ne oppa!! Aku sangat merindukanmu!"
"Kapan kau kembali dari canada ?"
"Baruu saja aku sekarang dalam perjalanan menuju rumahnu oppaaaa aku sangat merindukanmu"
"Mwo? Tapi aku sedang tidak dirumah aku sedang dikantor"
"Aahh jinjja? Aku merindukanmu oppaa tidak bisakah kita bertemu sebentar?" Suara dari sebrang terdengar kecewa
"Aku tidak bisa joyy mianhe.. Sebentar lagi akan ada meetingg , kita bertemu lain kali ne ?"
"Anii! Aku ingin sekarang!! Kau tidak merindukanku oppa?!"
"Joy jangan seperti ini aku sedang sibuk saat ini, hmmm kita bertemu nanti malam saja bagaimana ?"
"Jinjja? Arraso!!"
Joy adalah mantan kekasih hyunseung walaupun mereka sudah tidak ada hubungan lagi tapi joy masih sangat mencintai hyunseung dan bisa dibilang joy sangat terobsesi dengan hyunseung ketika putus dari hyunseung joy tidak memiliki kekasih karena masih mengharapkan hyunseung dan selama joy di canada untuk ikut bersama orang tuanya joy masih mengharap untuk kembali pada hyunseung dan joy belum mengetahui kalau hyunseung dalam satu minggu lagi akan menikah dengan hyuna wanita yang sangat dicintai hyunseung
-dikampus hyuna-
Pukul 21.30 ksl
Hyuna pulang dari kampusnya karena kegiatan amal yang di adakan oleh kampusnya selesai hari ini
Hyuna melirik jam tangannya
"Ini sudah malamm aku takut naik bus sendiri" ucap hyuna sambil melihat kekiri dan kekanan berharap ada seseorang yang bisa diajak pulang bersamanya , sahabat-sahabatnya sudah pulang bersama kekasihnya masing-masing
Hyuna memutuskan untuk menelfon hyunseung meminta agar dijemput saja namun handphone hyunseung tidak aktif membuat hyuna menggerutu sendiri
"Aishhh oppa!! Ahh jinjjaa oettoke? Ahhh baiklah aku akan pulang naik taksi saja"
Hyuna pulang menggunakan taksi dan saat dijalan ia melewati sebuah kafe
"Ah ahjussi, berhenti disini aku akan kembali" ucap hyuna yang turun dan masuk kedalam kafe karena eommanya sedang tidak ada dirumah dan pembantu rumah tangga sedang pulang jadi ia yakin sekali jika ia akan kelaparan dirumah jadi hyuna memutuskan untuk membeli makanan untuk dibawa pulang namun saat hedak memesan makan matanya melihat seorang namja dan seorang yeoja yang tengah duduk di ujung ruangan sedang asik mengobrol dan sesekali yeoja itu memegang tangan namja itu membuat hati hyuna sangat sakit
"Oppa?" Suaranya mulai bergetar hyuna melihat hyunseung dan joy dari kejauhan
-hyuna pov end-
-hyunseung pov-
-di kafe-
Aku bertemu dengan joy dia adalah mantan kekasihku dulu aku sangat mencintainya tapi sekarang tidak, aku sudah melupakannya dan aku sudah menganggapnya hanya sebagai teman saja aku sudah tidak memiliki rasa apapun untuk joy terlebih saat aku akan menjadi calon suami hyuna aku hanya mencintai hyuna dan hanya hyuna yang ada di hati dan fikiranku saat ini dan selamanya
"Oppa!! Aku merindukanmu!!!" Joy memeluk erat hyunseung membuat hyunseung sedikit risih dan melepaskan pelukan joy
"Oppa, waeyo? Kau tidak merindukanku?" Ucap joy merengut melihat reaksi hyunseung yang tak membalas balik pelukannya malah melepaskannya
"Ahh duduklah dulu tidak enak dilihat orang" ucap hyunseung dan mereka pun duduk bersebelahan
"Oppa! Bgaimana keadaan Eommonim dan appanim? Ohh sohyun! Apa dia sudah sangat cantik sekarang? Dia sudah memiliki kekasih?" Tanya joy dengan cerewetnya
Hyunseung tersenyum kecil
"Semua baik-baik saja joy, sohyun sekarang sudah kelas 3 sma dan setauku dia belum memiliki kekasih ahh lebih baik dia fokus dulu dengan sekolahnya"
"Waee? Kalau dia ingin memiliki kekasih saat usia muda bagaimana? Kau ini jangan begituuu kau dan aku kan dulu berpacaran saat kau berumur 22 tahun dan aku masih 17 tahunn"
"Sudah tidak udah dibahas lagi soal masa lalu" ucap hyunseung singkat
"Mmm? Waeyo? Apa kau sudah melupakan semua tentang kitaa oppa? Bagaimana bisaaa? Ohh kau semakin tampan sekarang oppaa" ucap joy sembari memegang sebelah tangan hyunseung
Hyunseung yang menyadari tangannya disentuh oleh joy dengan pelan melepaskan tangannya dari joy
"Oppa? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?" Tanya joy
"Apa maksudmu?"
"Kau sudah tidak mencintaiku?" Tanya joy sekali lagi
Hyunseung menghela nafas panjang
"Joyy setelah sekian lama kita tidak bertemu apa kau ingin membicarakan ini?"
"Oppa jawablah.."
Hyunseung kembali menghela nafasnya dalam-dalam
"Joy, dengarkan aku.. Kita sudah berpisah sudah sangat lama , jadi untuk apa membahas ini lagi? Aku sudah memiliki kehidupan yang baru dan aku harap kau juga begitu" ucap hyunseung
"Kau? Kau sudah memiliki kekasih lain?" Tanya joy
Hyunseung mengangguk kecil
"Ne"
Joy membulatkan matanya hatinya terasa sangat sakit dadanya sesak saat mengetahui ternyata namja yang selama ini selalu di impikannya namja yang masih sangat dicintainya bahkan joy setia menunggunya dn ingin kembali padanya sudah memiliki yeoja lain
"Kau menangis?" Tanya hyunseung saat melihat mata joy mulai berkaca-kaca dan terjatuh kepipinya
"Oppa.. Wae?" Tanya joy sembari menangis dan tanpa ekspresi
"Apa maksudmu?" Tanya hyunseung tak mengerti
"Kenapa kau memiliki yeoja lain??! Aku mencintaimu oppa, dan kau tau? Aku menolak banyak namja yang ingin menjadi kekasihku demi bisa kembali padamu"ucap joy sambil terus menangis namun hyunseung tdak sama sekali berniat untuk menghapus air mata joy karena hyunseung bingung harus bagaimana dia sudah dimiliki hyuna dan tidak ingin memberi perhatiannya pada yeoja lain apalagi joy , joy adalah mantannya dan dulu saat joy memutuskan hubungannya dengan hyunseung joy memiliki kekasih lain dan saat hubungan mereka berakhir joy putus dengan selingkuhannya dan ingin kembali bersama hyunseung namun hyunseung menolaknya dan kini joy kembali ke kehidupan hyunseung
-hyunseung pov end-
"Oh jadi ini alasanmu mematikan handphonemu oppa? Baiklah" ucap hyuna lalu melangkah pergi meninggalkan kafe dengan airmata yang berlinang hatinya terasa sakit mengingat sebentar lagi dirinya akan menikah dengan hyunseung dan harus melihat calon suaminya sedang bermesraan dengan yeoja lain
Keesokan harinya
Pukul 06.00 ksl
Hyunseung tiba di depan rumah hyuna untuk mengantarkan hyuna ke kampus seperti biasanya karena jalur ke kampus dan kekantornya sama jadi hyunseung selalu mengantar bahkan menjemput jika sudah tidak ada pekerjaan di kantornya
Tok tok!!
Keluarlah eomma hyuna
"Hyunseung?" Ucap eomma
Hyunseung membungkuk dan tersenyum
"Eommonim, hyuna sudah siap?"
"Apa kalian sedang berkelahi?" Tiba-tiba ibu hyuna bertanya seperti itu membuat hyunseung tak mengerti karena ia merasa tidak sedang bertengkar dengan hyuna
"Mwo? Kenapa Eommonim menanyakan itu ? Kami baik-baik saja Eommonim, apa hyuna mengatakan sesuatu?" Tanya hyunseung tak mengerti
"Nak, eomma harap kau bisa menjaga hyuna dengan baik hingga kalian resmi menjadi suami istri nanti tolong pertahankan hubungan kalian dan jangan sakiti hati putri kami" ucapan eomma semakin membuat hyunseung tidak mengerti dan kini hyunseung yakin pasti ada sesuatu yang terjadi dengan hyuna
"Eommonim, aku tidak mengerti kenapa Eommonim bicara seperti ini, apa aku melakukan ksalahan Eommonim? Apa hyuna sudah siap?" Ucap hyunseung
"Hyunseung, tadi malam saat Eommonim baru pulang dari rumah teman Eommonim.. Eommonim mendengar hyuna menangis dikamarnya namun dia mengunci dirinya didalam kamar dan tadi pagi matanya sangat sembab Eommonim mencoba bertanya padany ada apa namun dia hanya diam dan pergi" ucp eomma dengan wajah yang sedih
"Mwo? Hyuna menangis? Ahh aku tidak mengerti ada apa dengannya Eommonim, karena kami sedang tidak bertengkar kami baik-baik saja, dann hyuna dia sudah pergi?"
Eomma mengangguk "ne , dia Eommonim sudah menyuruhnya untuk menunggumu tapi dia ingin pergi sendiri"
"Dia pergi naik apa Eommonim?"
"Hyuna diantar oleh supir nak, apa kau sudah sarapan? Kalau belum mari masuk dulu sarapanlah dulu" ucap eomma sambil menyuruh masuk hyunseung
Hyunseung tersenyum
"Tidak usah Eommonim, aku sudah sarapan dirumah.. Kamsahamnida, aku akan pergi kekantor sekarang"
Dan hyunseung membungkuk dan pergi meninggalkan rumah hyuna
Di dalam mobil hyunseung terus saja memikirkan yang dibicarakan ibu hyuna ia tidak mengerti ada apa dengan hyuna , hyuna tidak memberitahu apapun padanya bahkan tadi pagi hyunseung mencoba menghubungi hyuna namun tak ada jawaban dari hyuna membuat hyunseung semakin tidak mengerti, dann.. Hyuna menangis semalaman? Ahh ada apa sebenarnya aku tidak bisa membiarkan ini berlarut-larut aku harus menemuinya dan bertanya sebenarnya ada apa karena sebentar lagi kami akan menikah
Hyuna sudah pulang dari kampusnya
Dan melihat sebuah mobil sedan putih di depan kampusnya ia mengenal mobil itu dan dengan cepat ia berlari menghindar dari mobil itu menuju mobilnya yang sedari tadi sudah menunggunya
Dengan cepat hyunseung keluar dari mobilnya ketika melihat hyuna berlari menghindarinya
"Hyuna!" Hyunseung memegang tangan hyuna sebelum hyuna masuk kedalam mobilnya
"Mwo?!" Jawab hyuna kasar
Hyunseung mengerutkan dahinya tak mengerti ada apa dengan calon istrinya ini
"Kau kenapa ? Kenapa tidak menunggu untuk pergi bersamaku?" Tanya hyunseung yang semakin menguatkan pegangannya ditangan hyuna karena hyuna yang terus saja berusaha melepaskan pegangannya
"Oppa lepaskan!"
Hyunseung semakin memperkencang pegangannya membuat hyuna meringis kesakitan
"Jawab aku hyuna" ucap hyunseung dengan ekspresi wajahnya yang dingin
"Apa urusanmu ? Jika aku ingin pergi sendiri apa urusanmu?!"
"Kau adalah calon istriku ! Dan aku calon suamimu! Tentu saja ini menjadi urusanku , ada apa denganmu? Aku melakukan kesalahn padamu? Apa?! Jawab aku kim hyuna!!" Suara hyunseung kini terdengar marah membuat hyuna sedikit takut dan hyuna menitikan airmatanya
Hyunseung hanya diam tak menyangka ucapannya akan menyakitkan hyuna ia tidak sanggup melihat hyuna menangis dengan cepat hyunseung memeluk erat hyuna mengelus sayang rambut coklat panjang hyuna dan menghisap aroma tubuh hyuna yang selalu memabukannya
Hyuna menangis didalam pelukan hyunseung tanpa memberontak sedikit pun dan dengan perlahan hyuna membalas pelukan hyunseung dan memeluknya erat menangis sejadi-jadinya dipelukan hyunseung
Hyunseung melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata hyuna
"Ada apa? Kau kenapa?" Tanya hyunseung lembut agar tidak membuat calon istrinya takut
Hyuna hanya diam dan airmatanya terus bergelinang membuat hati hyunseung terasa sesak melihat hyuna menangis dihadapannya dan kembali memeluk sayang hyuna
"Kau pulang denganku" ucap hyunseung dan melepaskan pelukannya
" ahjusii pulanglah, hyuna akan pulang bersamaku" ucap hyunseung pada supir hyuna
-didalam mobil-
Hyuna hanya diam wajahnya terlihat sangat sedih , hyunseung ingin sekali bertanya padanya namun ia memilih untuk diam membiarkan hyuna menenangkan dirinya dulu
"Kenapa kita kesini?" Tanya hyuna karena hyunseung membawanya kerumah besar itu
"Aku ingin bicara denganmu" ucap hyunseung tersenyum dan memgang lembut tangan hyuna , hyunseung membukakan pintu mobilnya untuk hyuna dan mereka berjalan masuk kedalam rumah, seperti biasa ada pelayan yang menyambut mereka
"Kau lapar hm?" Tanya hyunseung pada hyuna yang masih terlihat sedih itu
Hyuna menggeleng tidak mengatakan apapun membuat hyunseung menarik nafasnya dalam ia sedih melihat hyuna seperti ini
Mereka pun masuk kedalam kamar
"Kenapa harus disini?" Tanya hyuna
Hyunseung mengelus lembut rambut hyuna
"Disini kau akan lebih tenang sayang, bisakah kau jelaskan padaku ? Ada apa denganmu? Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku menyakitimu ? Tolong beritahu aku, aku tidak ingin kau diam seperti ini dan menghindariku" ucap hyunseung yang berjongkok di hadapan hyuna karena hyuna duduk di pinggir ranjang
"Hyuna..." Ucap hyunseung lembut sambil menggenggam lembut kedua tangan hyuna
"Ada apaa?" Tanya hyunseung lagi
Hyuna kembali menangis beberapa kali hyuna mengutuk dirinya sendiri kenapa sekarang aku jadi sangat cengeng? Dan aku menangis karena seorang namja?! Bagaimana bisa! Batin hyuna
Hyunseung menghapus airmata hyuna dengan lembut dan mencium kedua tangan hyuna dan kembali menatap kedua mata hyuna dalam-dalam
"Oppa.." Akhirnya hyuna bicara dengan suaranya yang sedikit serak
"Wae hyunaa?" Tanya hyunseung lembut
"Duduklah disini" ucap hyuna sembari menepuk kasur disampingnya untuk duduk disebelahnya
Hyunseung mengangguk dan tersenyum dengan tangan yang masih menggenggam lembut tangan hyuna
"Oppa.. Mianhe" ucap hyuna lalu memeluk erat hyunseung
Hyunseung membalas pelukan hyuna dan mengelus lembut rambut hyuna
"Gwaenchana chagi"
Hyuna melepaskan pelukannya dan mereka saling menatap tiba-tiba hyunseung mendekatkan wajahnya pada hyuna hingga sedikit sekali jarak diantara mereka
Hyuna memejamkan matanya saat hyunseung kembali mencium bibirnya dengan lembut namun kini hyuna membalas ciuman itu dan akhirnya ciuman yang penuh sayang menjadi ciuman penuh nafsu di kamar yang sangat besar dan ranjang yang berukuran king size ini mereka bermesraan hyunseung menghisap aroma tubuh hyuna yang selalu membuatnya merindukan hyuna , hyunseung menindih hyuna dibawahnya dan terus mencium bibir hyuna dan terkadang menggigit kecil bibir hyuna , kini hyuna membalas ciuman itu hyuna menghisap bibir bawah hyunseung dan mereka memainkan lidah mereka hyuna merasakan sensasi yang luar biasa ia sangat mencintai hyunseung dan ia merelakan ciuman pertamanya untuk hyunseung , hyunseung pun merasakan hal yang sama walaupun ini bukan ciuman pertamanya entah mengapa saat berciuman dengan hyuna jantung hyunseung serasa menggebu-gebu dan ada rasa ingin memiliki seluruhnya yang ada di diri hyuna hyunseung merasa berbeda jika berciuman dengan hyuna , hyuna mampu membuat dirinya gila karena cinta dan bibir mungil hyuna terasa sangat manis dan lembut membuatnya selalu menginginkan ciuman dari hyuna
Ciuman mereka semakin panas keduanya jadi penuh dengan nafsu perlahan ciuman hyunseung turun ke leher jenjang hyuna membuat hyuna terkejut saat hyunseung memberikan kissmark di lehernya dan dengan cepat hyuna menghentikan kegiatan hyunseung
"Wae chagi?" Tanya hyunseung menghentikan aktifitasnya
"Oppa.. Bagaimana jika leherku membiru?" Tanya hyuna dengan polosnya
Hyunseung tertawa kecil dan mengelus pipi hyuna
"Tidak apa-apa hyuna, jika kau tidak ingin orang melihatnya kau bisa menutupnya dengan rambut panjangmu ne ? Sekarang tolong jangan hentikan aku.. Tubuhmu sangat membuatku bergairah hyunaa" ucapan hyunseung membuat hyuna merasa malu ini pertama kalinya tubuhnya dicumbu oleh namja
Walaupun hyuna memiliki banyak mantan kekasih namun tidak ada satupun yang bisa menyentuh bahkan mencumbu hyuna seperti yang dilakukan hyunseung padanya
Hyuna menggeliat karena ciuman hyunseung yang masih menciumi leher jenjang hyuna , entah mengapa hyuna mendesah sekali membuat hyuna menutup mulutnya dan hyunseung menyadari itu
Hyunseung menatap hyuna dan menepis tangan hyuna yang menutup mulutnya sendiri
"Tidak usah ditahan hyuna.. Jika kau ingin mendesah mendesahlah" ucap hyunseung lalu mencium bibir hyuna
Hyuna hanya bisa diam hyunseung kembali mencium dan menghisap bibir mungilnya namun didalam hatinya dia menggerutu terus mengutuk dirinya
kenapa bisa-bisanya aku mendesahhh seperti itu!! Aishh memalukan sekali!!!!. Batinnya
Ciuman mereka semakin brutal saat hyunseung mulai meremas salah satu payudara hyuna awalnya hyuna tidak mau namun lama kelamaan hyuna menikmatinya dan terus menggelinjang tak tentu arah
Tok tok!! Seseorang mengetuk pintu kamar mereka membuat mereka menghentikan aktifitas mereka
Hyunseung menghentikan kegiatannya dan mendecak kesal karena membuat ia terpaksa menghentikan kegiatannya untuk terus mencumbu calon istrinya ini
"Oppa bukalah pintunya" ucap hyuna melepaskan rangkulannya dari leher hyunseung yang masih menindihnya
Hyunseung sekali lagi berdecak kesal
"Mengganggu saja, tapi kita akan melanjutkannya nanti ne?" Ucap hyunseung membuat hyuna mencubit punggung hyunseung
"Appoo!!" Hyunseung meringis kesakitan dan mengelus-elus punggungnya
Hyuna tertawa kecil
"Sudahlah jangan terus menindihku oppa! Buka pintunya" suruh hyuna dengan kilat hyunseung mencium bibir hyuna dan bangun lalu merapihkan dirinya dan membuka pintu
"Ada apa?" Tanya hyunseung pada seorang pelayannya
"Maaf tuan, ada yang ingin bertemu denganmu" ucap seorang pelayan membuat hyunseung mengerutkan dahinya ada yang ingin bertemu dengannya ?
"Nugu?" Tanya hyunseung
"Saya tidak tau tuan, dia tidak ingin menyebutkan namanya ia hanya meminta saya memanggilkan tuan tapi dia seorang yeoja"
"Yeoja?" Tanya hyunseung yang masih mengerutkan dahinya menerka-nerka kenapa ada orang yang tau kalau kini ia memiliki rumah sendiri karena hyunseung belum memberitau siapapun soal kediamannya yang baru untuk tinggal bersama hyuna saat mereka menikah nanti pada siapapun kecuali seluruh keluarganya dan semua pelayan sudah mengenal seluruh keluarganya
"Baiklah, suruh dia masuk dan aku akan segara menemuinya" ucap hyunseung dan pelayan itu mengangguk lalu turun menemui tamu itu
Hyuna yang sudah merapihkan pakaiannya menghampiri hyunseung
"Oppa? Ada apa?"
Hyunseung berbalik dan memeluk pinggang hyuna dan hyuna merangkul leher hyunseung mereka kembali berciuman walau hanya sebentar
"Ada tamu, kau mau ikut bersamaku kebawah?" Ucap hyunseung dan hyuna mengangguk
Mereka turun kebawah dan ternyata yeoja itu sudah menunggunya di ruang tamu
"Joy?" Ucap hyunseung terkejut saat ternyata joy yang datang kerumahnya
Joy langsung berdiri dan menatap ke arah hyunsung dan hyuna yang berpegangan tangan hatinya terasa sangat sakit, apa dia kekasih baru hyunseung oppa? Batinnya
Hyuna dan hyunseung pun turun hyuna mengerutkan dahinya mengingat-ngingat siapa yeoja ini sepertinya hyuna pernah bertemu dengannya dan akhirnya hyuna mengingatnya
"Kau?" Ucap hyuna
Hyunseung menoleh ke arah hyuna
"Kau mengenalnya hyuna?"
Hyuna tidak merespon ucapan hyunseung dan hanya menatap ke arah joy yang juga menatapnya
Hyunseung yang menyadari itu langsung memecahkan suasana
" joy, darimana kau tau aku tinggal disini?" Ucap hyunseung bingung
Joy tidak menjawab dan hanya terus menatap tajam ke arah hyuna begitupun dengan hyuna
Hyunseung sangat merasa ada sesuatu yang terjadi ada apa dengan hyuna? Dia seperti sangat tidak menyukai joy
"Hyuna?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar