Senin, 28 Maret 2016

My Soulmate (2hyun) Chapter 2









Chapter 2 


-didalam mobil-
 
Hyuna hanya diam dan memalingkan wajahnya ke arah jalanan dibalik kaca mobil 
 
Hyunseung tau hyuna marah padahnya karena lagi-lagi dia melihatnya telanjang bulat, tapi itu semua bukan salahku kan? Siapa suruh dia tidak pernah mengunci pintu kamarnya dan setiap dipanggil tidak pernah menjawab 
 
Hingga mereka sampai dirumah hyuna , hyuna langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah bahkan dia tidak menghiraukan eommanya yang menyambutnya dia langsung naik ke atas menuju kamarnya dan kali ini hyuna mengunci kamarnya 
 
Ibu hyuna bingung melihat putrinya dan langsung menghampiri hyunseung yang sudah ada di ambang pintu 
 
"Nak.. Ada apa?" Tanya eomma sembari mengelus pundak hyunseung 
 
Hyunseung hanya tersenyum kecil 
"Ani Eommonim, jangan khawatir mungkin hyuna hanya sedang kesal saja" ucap hyunseung tanpa ingin memberitau kejadian konyol tadi pagi 
 
"Aahhh .. Yasudah kalau begitu, kajja masuklah" ucap ibu hyuna ramah dan mereka pun duduk diruang tamu 
 
Hyuseung tersenyum kecil pada ibu hyuna 
"Apa appanim tidak ada dirumah Eommonim?" Tanya hyunseung melirik keseluruh ruangan 
 
"Adaa nak, sebentar eommanim akan panggilkan , ahh.. Itu dia" belum sempat memanggilnya ayah hyuna sudah turun dari kamarnya
 
Dengan sumbringah ayah hyuna melihat hyunseung dan langsung menghampiri hyunseung dengan senyuman hangatnya 
 
"Aahhh kauu.." Ucap ayah hyuna sambil memeluk erat hyunseung 
 
"Annyenghaseyo appanim, bagaimana kabar appanim?" Ucap hyunseung dengan senyum manisnya 
 
"Ahh aku baik-baik sajaa, bagaimana dengan ibu dan adikmu?" 
 
"Mereka baik-baik saja appanim" ucap hyunseung dengan sopannya
 
"Lalu bagaimana hubungan kalian?" Tanya ayah hyuna membuat hyunseung bingung ,hubungan?
 
"Kau dan hyuna nak" ucap eomma dengan cepat 
 
"Oh mmm kami.. Kami baik-baik saja appanim eommanim" ucap hyunseung tersenyum paksa 
 
Ayah hyuna menepuk bahu hyunseung dan tersenyum
 
"Aku mengerti, kalian sudah sangat dekat sedari kecil, dan kami juga tau bahwa kau sudah menganggapnya sebagai adikmu, tapi.. Maafkan kami hyunseung, ini adalah permintaan dari appamu" ucap ayah hyuna mengerti dengan keadaan hyunseung dan hyuna 
 
Hyunseung hanya tersenyum dan menangguk kecil 
 
"Nak, tapi kau tidak keberatan kan untuk menikah dengan hyuna?" Tanya ibu hyuna memastikan
 
Hyunseung tersenyum dan mengangguk mantap
 
"Ne Eommonim, aku tidak keberatan karena..." Hyunseung memotong pembicaraannya dan menatap ke arah tangga yang ternyata ada hyuna disana baru keluar dari kamarnya dan hyunsung melanjutkan ucapannya sambil menatap hyuna " aku tulus mencintainya" 
 
Hyuna terkejut mendengar pernyataan hyunseung namun dia tidak mau memperlihatkannya entah mengapa ia merasa sangat bahagia seperti ada kembang api di dalam dirinya yang sedang bersorak ria
"Apa ini? Yak hyuna! Kau tidak boleh seperti ini!!! Pabo!" Batin hyuna 
 
"Aigooo manis sekalii... Yobo putri kita sangat beruntung bisa bersama hyunseung dia namja yang baik dan sopan santun juga sangat menyayangi putri kita" ucap eomma hyuna sembari merangkul sbelah tangan ayah hyuna ,ayah hyuna tersenyum mendengar ucapan hyunseung dan sadar hyunseung yang sedari tadi melirik ke arah tangga langsung ikut melirik ke arah tangga dan ternyata hyuna ada disitu dengan pipinya yang mulai memerah
 
"Ahh hyuna-ah, kemarilah.. Kenapa kau berdiri disitu?" Ucap ayah hyuna 
 
Hyuna menggaruk kepalanya yang tak gatal setelah menyadari bahwa hyunseung eomma dan appanya melihat ke arahnya 
 
"Ohhh mmm ne" ucapnya lalu berjalan menuju dapur 
 
"Yak! Kau mau kemana?" Ucap ibu hyuna 
 
Hyuna berbalik dengan wajahnya yang bingung 
 
"Memangnya kemana lagi? Eomma tau ini arah kedapur kan?" Ucapnya polos
 
Ibu hyuna mendengus kesal 
 
"Aishhh jinjja anak ini benar-benar, hyuna kemarilah disini ada kekasihmu dan kau membiarkannya begitu saja?" Ucapan ibu hyuna membuat hyuna membulatkan matanya begitupun dengan hyunseung 
 
"Mwo?! Kekasih?" Ucap hyuna terkejut
 
" Memangnya kenapa? Bukankah kalian sebentar lagi akan segera menikah" ucap ibu hyuna 
 
"Eomma!" Hyuna reflek berteriak 
 
"Hyuna.. Waeyo?" Tanya ayah hyuna tak mengerti ada apa dengan putrinya 
 
"Appa, aku tidak ingin menikah.. Ah maksudku aku tidak ingin menikah sekarang" ucapnya
 
"Tapi hyuna, kau harus.. Karena ini permintaan dari ayah hyunseung" ucap ayah hyuna membuat hyuna semakin kesal tapi kemudian dia teringat dengan kejadian saat hyunseung kedua kalinya melihat tubuh nakednya membuat darahnya serasa naik ke ubun-ubunnya karena itu kejadian yang sangat memalukan dan bagi hyuna namja manapun kecuali ayahnya yang pernah melihat tubuh nakednya harus bertanggung jawab!
 
Hyuna menghela nafas dalam-dalam 
"Baiklah" 
 
"Hyuna?" Ucap hyunseung tak percaya 
 
"Mwo? Baiklah kalau kalian tidak mau aku akan berubah fikiran lagi" ucapnya sambil melangkah meninggalkan mereka dan akan berjalan kedapur semua menghentikannya termasuk hyunseung
 
"Andwae!!" Semua mengucapkan kata yang sama bersamaan membuat hyuna menahan tawanya tanpa mereka melihatnya karena hyuna memunggungi mereka 
 
"Arraso" ucapnya singkat tanpa membalikan tubuhnya dan kembali berjalan menuju dapur 
 
"Aishh anak ituu, hyunseung Eommonim harap kau bisa memaklumi sifat manja putri kami" ucap ibu hyuna pada hyunseung 
 
"Ne Eommonim, kalian tidak perlu khawatir aku akan menerima apapun keburukan dan kebiasaannya dengan baik" ucapnya untuk meyakinkan kedua orangtua hyuna bahwa dia akan menerima semua konsekuensinya

2 hari kemudian 
 
Hyunseung dan keluarganya yaitu eomma dan adik perempuannya sohyun berkunjung lagi kerumah hyuna namun kali ini untuk membicarakan pernikahan kedua anak mereka 
 
Saat itu hyuna belum pulang karena ada kegiatan yang harus diselesaikan di kampusnya 
 
 
Pukul 19.00 ksl 
 
"Aku pulaaang" suara hyuna membuat semuanya melirik ke arah hyuna 
 
Hyuna terdiam di tempatnya saat melihat ada hyunseung dan yang lainnya seperti sangat serius 
 
"Hyuna.. Kemari sayang" ucap ibu hyuna dengan ragu hyuna melangkah menghampiri mereka dan duduk disebelah sohyun dan memeluk sohyun 
 
"Eonni kenapa baru pulang?" Tanya sohyun dengan senyumnya 
 
Hyuna berbalik memberikan senyum manisnya 
 
"Ne.. Hari ini eonni sangat sibuk banyak kegiatan yang eonni harus lakukan di kampus" ucapnya dan melirik ke arah hyunseung dan yang lainnya secara bergantian lalu melirik ke arah meja ada beberapa kertas dan juga contoh kartu undangan 
 
"Ighe mwoya?" Tanyanya bingung 
 
"Hyuna.. Kami sedang membicrakan pernikahanmu dengan hyunseung" jawab ibu hyunseung sambil tersenyum pada hyuna 
 
Mata hyuna membulat 
 
"Mwo?!!!" 
 
"Waeyo? Bukankah kau sudah setuju hyuna? Ada apa lagi?" Tanya ibu hyuna kesal 
 
Hyuna menghela nafasnya 
 
"Ne" ucapnya singkat 
 
Sohyun meraih tangan hyuna dan juga tangan hyunseung , sohyun duduk diantara hyuna dan hyunseung lalu sohyun menyatukan tangan hyuna dan hyunseung membuat hyuna dan hyunseung terkejut 
 
"Sohyun-ah apa ini" ucap hyunseung 
 
Sohyun hanya tersenyum lebar 
 
"Waeyo? Sebentar lagi kalian akan menikah.. Dan mulai saat itu juga kalian akan selalu bersama dan hyuna eonni akan menjadi kaka iparku aku sangat bahagia menunggu hari itu tiba" ucap sohyun yang masih memegang tangan hyuna dan hyunseung 
 
Mereka pun melepaskan pelan tangan mereka 
 
"Eomma, tapi aku kan baru saja berusia 20 tahun, aku masih ingin melanjutkan kuliahku hingga selesai dan aku ingin melakukan semua yang sudah kurencanakan untuk cita-citaku" ucap hyuna pada kedua orangtuanya dan eomma hyunseung 
 
" aku tidak akan melarangmu melakukan apapun yang kau inginkan selama itu baik untukku dan untukmu hyuna, kau juga akan tetap kuliah hingga selesai" ucap hyunseung 
 
"Kau dengar? Calon suamimu ini sangat baik dan pengertian hyuna" ucap ibu hyuna , hyuna hanya bisa diam dan menghela nafasnya panjang 
 
" tapi .. Apa tidak sebaiknya kami bertunangan dulu saja ? Kenapa harus langsung menikah?" Tanya hyuna 
 
"Sayang, kami sangat menenalmu kau plinplan jika kau hanya bertunangan fikiranmu akan berubah-ubah kami tidak ingin itu terjadi , lebih baik lebih cepat" ucap ayah hyuna 
 
Hyuna hanya diam dan mengangguk kecil "baiklah appa" 
 
 
Malamnya hyuna dan hyunseung makan disebuah restoran mewah 
 
"Apa kau tidak makan sebulan hyuna?" Tanya hyunseung yang terkejut melihat hyuna yang makan dengan lahapnya
 
Hyuna tidak menghiraukan hyunseung dan terus melanjutkan acara makannya 
 
"Uhukkk" hyuna tersedak 
 
"Hyuna... Ini cepat minumlah" hyunseung memberikan minum pada hyuna 
 
Diminum air itu "kau tidak perlu memberikan gelas itu karena aku juga pasti akan mengambilnya" ucapnya ketus 
 
"Ck kau ini, bukannya terimakasih makanlah lebih pelan jika tidak kau akan tersedak lagi" ucapnya 
 
"Kau ini sama sekali tidak berubah, dari kecil aku mengenalmu kau makan sangat banyak tapi tidak pernah gemuk" ucap hyunseung 
 
"Lalu kenapa? Apa oppa ingin saat menikah nanti aku terlihat gemuk?" Tiba-tiba hyuna diam mwo?!! Apa yang kau bicarakan hyuna?! Menikah?!!! Kenapa kau mengatakan itu?!!! Ah jinjjaaaa pabooo hyuna paboya!! Batinnya
 
Hyunseung menahan tawanya melihat ekspresi hyuna yang tiba-tiba berubah 
 
"Mwo?! Kau mentertawakan apa oppa?!" Tanya hyuna sebal karena merasa malu 
 
Hyunseung hanya menggeleng dan melanjutkan makannya 
 
 
-dimobil-
 
"Hyuna-ya" 
 
"Mwo?" Jawab hyuna ketus tanpa melirik ke arah hyunseung dan asik denga handphonenya 
 
"Apa kau sudah siap menjadi istriku?" Tanya hyunseung membuat permen karet yang sedang dikunyahnya tersedak 
 
"Uhukkkk!!!!" 
 
"Hyuna.. Yak! Gwaenchana?" Tanya hyunseung khawatir 
 
"Uhuk uhuk!!" 
 
Hyunseung meminggirkan mobilnya dan mengambil minum yang ada di jok belakang dan dengan cepat memberikannya pada hyuna 
 
"Ini minumlah!!" Ucapnya khawatir 
 
Dan melihat ke arah hyuna bingung 
 
"Daritadi kau sedang mengunyah apa hyuna? Kenapa bisa tersedak?" 
 
"Permen karet" jawab hyuna sambil terus meminum air 
 
"Mwo? Lalu sekarang permen karetnya?" Tanya hyunseung 
 
"Tertelan" jawab hyuna 
 
"Aishhh bagaimana bisaa kau ini seperti anak kecil saja menelan permen karettt" 
 
"Mwo?! Aku?!! Kau yang membuat aku menelan perman karetku oppa! Lagi pula aku tidak sengaja!" Teriak hyuna 
 
"Yak yak bisakah tidak berteriak?" Ucap hyunseung sambil menutup telinganya 
 
Hyuna hanya menatap hyunseung kesal lalu memandang ke arah depan sambil menyilangka kedua tangannya di dada hyunseung hanya menggeleng kepalanya dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah ( rumah mereka ) 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar